
Paser, Kaltimedia.com – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII/2025 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, pada Kamis (27/11/2025) malam di halaman Kantor Bupati PPU, KM 09 Nipah-nipah.
Gelaran olahraga pelajar terbesar di Kaltim yang berlangsung selama delapan hari tersebut dinilai sukses, meski diwarnai sejumlah dinamika selama pertandingan.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Kaltim, Rasman, menyampaikan rasa syukurnya karena seluruh rangkaian berjalan sesuai petunjuk teknis Popnas. Menurutnya, berbagai isu dan kendala yang sempat muncul tidak sampai mengganggu jalannya kompetisi.
“Secara keseluruhan dari 14 cabang olahraga yang dipertandingkan dan 2 cabang olahraga eksibisi semuanya, bagi saya sangat lancar walaupun di sana-sini ada kekurangan, tapi tidak membuat panitia ciut dengan pelaksanaan ini,” ujar Rasman saat ditemui rri.co.id.
Ia menilai kritik dan masukan dari kontingen menjadi bagian penting untuk evaluasi penyelenggaraan ke depan.
“Bagi saya kritik, masukan, itu adalah multivitamin kami… untuk memperbaiki pedomannya yang masih multitafsir,” terangnya.
Rasman juga berpesan agar seluruh atlet dari 10 kabupaten/kota terus berlatih dan meningkatkan kemampuan, karena Popda bukan akhir perjalanan prestasi.
“Baik yang kalah maupun yang menang untuk memperbaiki dari sisi latihan teknik, simulasi pertandingan dan mempersiapkan latihan fisik,” harapnya.
Ia mengingatkan bahwa performa atlet sangat ditentukan oleh kondisi fisik.
“Walaupun sehebat-hebatnya materi pemainnya tapi fisiknya kurang, maka itu pasti akan kendor…,” ujarnya.
Pada Popda kali ini, sejarah baru tercipta. Kota Balikpapan berhasil merebut gelar juara umum dengan raihan 59 emas, 57 perak, dan 58 perunggu—menggeser dominasi Samarinda yang sebelumnya lima kali berturut-turut menjadi juara umum.
Menurut Rasman, hasil ini menunjukkan pembinaan olahraga di Kaltim kini semakin merata. (Dy)
Editor: Ang



