
Samarinda, Kaltimedia.com — Penggunaan gadget di kalangan anak terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Meski tidak dapat dihindari, pemanfaatan perangkat elektronik tersebut tetap membutuhkan pengawasan ketat agar berdampak positif bagi tumbuh kembang anak.
Tanpa pendampingan, penggunaan gadget berlebihan dapat mengganggu interaksi sosial, pola tidur, hingga perkembangan kognitif. Pemerintah pun menegaskan pentingnya literasi digital serta perlindungan teknologi bagi anak melalui berbagai regulasi yang mencakup pembatasan durasi penggunaan, pengawasan konten, hingga pencegahan akses terhadap materi yang tidak sesuai usia.
Program pendampingan orang tua juga diperkuat agar keluarga mampu menjadikan gadget sebagai sarana belajar, bukan sekadar hiburan tanpa batas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, M. Faisal, menegaskan bahwa upaya pembatasan gadget pada anak tidak dapat dilepaskan dari perilaku orang tua sebagai teladan utama.
“Sebelum kita masuk ke anak-anak, saya kira kita mengukur diri kita dulu. Kalau pergi bekerja ketinggalan dompet atau HP, mana yang kita pilih untuk kembali? Pasti HP. Ini menunjukkan bahwa digitalisasi adalah keniscayaan dalam hidup kita,” ujarnya.
Faisal juga menyinggung contoh baik dari keluarga mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menerapkan aturan ketat penggunaan HP di dalam rumah.
“Di ruang makan dan ruang keluarga, tidak boleh pegang HP. Itu contoh yang bagus. Anak-anak itu butuh teladan. Kita melarang mereka pakai HP, tapi orang tuanya tidak pernah lepas dari HP, ya sulit,” tegasnya.
Menurutnya, jika orang tua ingin menetapkan jadwal tanpa gadget bagi anak, maka orang tua juga harus mengurangi penggunaan perangkat di waktu yang sama. Meski sulit, kebiasaan ini sangat penting untuk diterapkan.
Faisal memaparkan data terbaru dari Survei Penetrasi Internet 2025 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan penggunaan internet, termasuk di Kaltim.
Penetrasi internet:
- Nasional: 80,66% atau 229 juta pengguna
- Kaltim: 88,33% (lebih tinggi dari rata-rata nasional)
Penggunaan internet melalui smartphone bahkan melampaui 100 persen, karena banyak warga memiliki lebih dari satu perangkat.
Terkait durasi penggunaan internet, survei menunjukkan:
- <1 jam per hari: 9,22%
- 1–3 jam: 33%
- 4–6 jam: 35,75% (tertinggi)
- 10 jam: 7,66%
“Empat sampai enam jam sehari itu rata-rata penggunaan internet. Padahal salat saja tidak sampai lima menit. Kadang saya bertanya, yang bikin candu itu HP-nya atau isi di dalamnya?” ujar Faisal.
Faisal menegaskan bahwa pemerintah dapat menyiapkan regulasi, edukasi, dan literasi digital, tetapi keberhasilan pembatasan gadget pada anak tetap sangat bergantung pada keluarga.
“Anak-anak suka meniru. Kalau orang tuanya memberi teladan, aturan akan lebih mudah diterapkan,” tutupnya.
Dengan penetrasi internet yang terus meningkat, pemerintah mengajak semua pihak—orang tua, sekolah, dan masyarakat—untuk bekerja sama menciptakan ruang digital yang aman dan sehat demi masa depan generasi muda. (Rfh)
Editor: Ang



