Pemerintah Kota Balikpapan Rombak Trotoar dan Fasilitas Umum untuk  Memberikan Kenyamanan Warga Disabilitas

TROTOAR DISABILITAS – Ilustrasi. Pemerintah Kota Balikpapan terus memberikan kenyaman untuk warganya. Terlebih memberikan pelayanan bagi masyarakat penyandang disabilitas. Hal ini terlihat dari beberapa infrastruktur seperti trotoar mendukung mobilitas masyarakat. Sumber foto: Ist

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memberikan kenyaman untuk warganya. Terlebih memberikan pelayanan bagi masyarakat penyandang disabilitas. Hal ini terlihat dari beberapa infrastruktur yang mendukung mobilitas masyarakat disabilitas.  Ini terlihat dari beberapa proyek revitalisasi trotoar, ruang publik yang lebih manusiawi, inklusif, dan ramah bagi pejalan kaki maupun penyandang disabilitas.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada kendaraan bermotor, tetapi juga harus memberi ruang yang layak bagi masyarakat yang memilih berjalan kaki.

“Trotoar yang aman dan nyaman adalah hak semua warga. Kami ingin Balikpapan menjadi kota yang semakin ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum, pemerintah melakukan penyegaran trotoar di sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Ruhui Rahayu, Jalan Ahmad Yani, Jalan Tjujup Suparna, dan Jalan Letjen Suprapto.

Trotoar yang sebelumnya tampak kusam dan tidak tertata kini diubah menjadi jalur yang lebih lebar, bersih, serta dilengkapi dengan guiding block jalur berpola khusus untuk membantu mobilitas penyandang tunanetra.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Balikpapan dalam mewujudkan kota inklusif dan berkelanjutan, di mana setiap warga memiliki akses setara terhadap fasilitas publik.

Rahmad menjelaskan, pembangunan trotoar bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga bagian dari transformasi sosial dan budaya kota agar masyarakat lebih sadar pentingnya berjalan kaki dan menjaga ruang publik.

“Kita ingin mengubah cara pandang masyarakat. Kota yang maju bukan hanya yang punya gedung tinggi, tapi yang memberi ruang nyaman bagi warganya untuk berinteraksi dan bergerak dengan aman,” jelasnya.

Selain trotoar, pemerintah juga berencana memperluas penataan fasilitas kota lain seperti taman, area publik, dan jalur hijau yang saling terhubung. Dengan konsep ini, warga diharapkan bisa menikmati lingkungan yang lebih sehat dan bebas polusi.

Program revitalisasi trotoar ini sejalan dengan visi Balikpapan Nyaman untuk Semua, yang menempatkan warga sebagai pusat pembangunan.


“Mari bersama kita dukung penyediaan fasilitas publik yang inklusif dan nyaman untuk semua. Pemerintah sudah memulai, tapi menjaga dan memanfaatkannya dengan baik adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Rahmad.

Penyegaran wajah kota ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalimantan Timur untuk menata ulang ruang publiknya agar lebih ramah dan berkelanjutan. (adv/pry)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *