
Samarinda, Kaltimedia.com – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Akhmed Reza Fachlevi mengimbau masyarakat agar tidak gegabah dalam menanggapi berbagai isu negatif yang menyeret sejumlah pondok pesantren di daerah. Ia meminta publik tetap tenang serta menunggu seluruh proses hukum berjalan sesuai prosedur.
“Perlu sikap hati-hati dan kebijaksanaan dalam menanggapi isu-isu seperti ini. Jangan mudah terprovokasi sebelum ada kepastian hukum,” kata Reza saat dikonfirmasi, Jumat (24/10/2025).
Belakangan, Kaltim dihebohkan kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pesantren. Salah satunya melibatkan tujuh santri laki-laki yang diduga menjadi korban asusila oleh seorang tenaga pengajar. Kasus serupa juga dilaporkan di beberapa daerah lain, seperti Samboja dan Sangatta, yang kini tengah ditangani aparat penegak hukum.
Menanggapi kondisi tersebut, Reza menilai pesantren perlu melakukan pembenahan internal secara serius. Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis agama itu harus memperkuat sistem pengawasan, pembinaan, serta pendidikan moral agar kejadian serupa tidak terulang.
“Pesantren memiliki peran besar dalam pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, pengawasan dan pembinaan harus berjalan beriringan agar nilai-nilai moral tetap terjaga,” ujar politikus muda Partai Gerindra tersebut.
Reza menegaskan, menjaga marwah pesantren adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pengelola, tetapi juga masyarakat serta pemerintah. Ia yakin, jika pengelolaan dilakukan profesional dan transparan, pesantren akan tetap menjadi tempat pendidikan yang aman, religius, dan bermartabat.
“Jika sistem pengawasan diperkuat, pesantren akan tetap menjadi tempat yang aman bagi anak-anak kita untuk menimba ilmu agama,” tegasnya.
Ia berharap dunia pendidikan Kaltim, khususnya pesantren, terus berkembang dalam suasana yang kondusif dan bebas dari praktik tercela.
“Semoga pesantren tetap menjadi benteng moral bangsa dan melahirkan generasi berakhlak mulia,” tutupnya. (Rfh)
Editor: Ang



