
Samarinda, Kaltimedia.com – Menjelang beroperasinya kembali Pasar Pagi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mulai menyiapkan tahapan seleksi bagi calon operator parkir yang akan mengelola kawasan parkir di pusat perdagangan legendaris tersebut.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk menghadirkan sistem parkir yang profesional, transparan, dan modern, dengan dukungan pembayaran non-tunai (cashless).
“Tahap awal sudah kami lakukan dengan sosialisasi kepada calon mitra pengelola. Dari hasilnya, ada sekitar 10 hingga 11 operator yang sudah menyatakan ketertarikannya,” ujar Manalu, Selasa (7/10/2025).
Ia menjelaskan, para calon pengelola parkir tersebut tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga dari sejumlah kota besar lain yang telah memiliki pengalaman dalam manajemen parkir di kawasan komersial.
Dalam seleksi nanti, Dishub akan menilai beberapa aspek penting, seperti besaran kontribusi tetap yang ditawarkan, sistem bagi hasil setelah pajak 10 persen, penerapan teknologi digital, serta rekam jejak dan pengalaman operasional.
“Operator yang sudah mengaplikasikan sistem pembayaran digital akan memperoleh nilai tambah. Kami juga menilai kepatuhan pajak dan profesionalitas mereka,” jelasnya.
Untuk memastikan transparansi, Dishub akan membentuk panitia seleksi melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota atau Sekretaris Daerah. Proses seleksi akan dibuat menyerupai lelang terbuka, di mana seluruh operator memiliki kesempatan yang sama untuk mengajukan penawaran.
Tahapan berikutnya, Dishub akan menggelar rapat internal guna menentukan jadwal pelaksanaan seleksi. Targetnya, seluruh proses bisa rampung sebelum Pasar Pagi resmi beroperasi penuh pada November 2025.
“Kami berharap ketika Pasar Pagi mulai beroperasi, sistem perparkirannya sudah siap dengan pengelola yang terpilih,” pungkas Manalu. (Rfh)
Editor: Ang





