Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kaltim Capai 916, Samarinda Tertinggi

Gambar saat ini: Foto: Ilustrasi kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak masih ada di Kaltim. Sumber: Istimewa.
Foto: Ilustrasi kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak masih ada di Kaltim. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kalimantan Timur mencatat 916 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dari laporan tersebut, jumlah korban yang terdata mencapai 936 orang.

Kepala DKP3A Kaltim, Noryani Sorayalita, mengungkapkan, angka itu setara dengan rata-rata 114 kasus setiap bulan, atau sekitar tiga hingga empat kasus per hari. Sementara jumlah korban rata-rata mencapai 123 orang per bulan.

“Data ini berasal dari laporan masyarakat melalui aplikasi Simfoni PPA. Sangat mungkin jumlah sebenarnya lebih tinggi karena tidak semua kasus berani dilaporkan,” jelas Sorayalita, Sabtu (4/10/2025).

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tren kasus pada 2025 menunjukkan peningkatan.

Pada 2024, jumlah kekerasan sempat menurun dari 1.108 kasus menjadi 1.002 kasus. Namun hanya dalam delapan bulan pertama tahun ini, jumlahnya sudah hampir menyamai total kasus sepanjang tahun lalu.

Sorayalita menyebut, Kota Samarinda menjadi wilayah dengan angka kekerasan tertinggi di Kaltim. Kondisi ini, kata dia, salah satunya dipengaruhi oleh akses pelaporan yang lebih mudah dijangkau masyarakat dibandingkan daerah lain.

Ia menegaskan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh dipandang sekadar angka.

“Di balik data itu ada penderitaan nyata — fisik maupun psikologis — yang dialami para korban. Dampaknya bisa memengaruhi kehidupan sosial mereka di masa depan,” ujarnya.

Sorayalita mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga sosial, untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.

“Kekerasan terhadap anak dan perempuan adalah persoalan bersama. Butuh keterlibatan semua elemen agar perlindungan dapat berjalan maksimal,” pungkasnya. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *