
Samarinda, Kaltimedia.com – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menekankan pentingnya langkah berkelanjutan dalam pengelolaan sampah di Kota Tepian. Ia mengingatkan agar program revitalisasi bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang tidak berhenti pada tahap pembangunan fisik semata.
Dalam kunjungan kerjanya ke lokasi eks-TPA, Deni melihat masih ada peluang besar untuk memanfaatkan potensi limbah secara produktif. Meski gas metana di lahan tersebut dianggap belum memiliki tekanan cukup untuk dijadikan energi alternatif, ia menilai masih banyak opsi lain yang dapat dikembangkan.
“Pengelolaan sampah itu tidak bisa hanya terfokus pada gas metana. Kalau tekanannya rendah memang tidak stabil, tapi ada solusi lain seperti wood chip, budidaya maggot untuk pakan ikan, atau produk turunan lain yang bisa memberi nilai tambah,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).
Deni juga menyoroti anggaran revitalisasi yang tahun ini menelan biaya sekitar Rp16 miliar. Menurutnya, dana sebesar itu harus diiringi dengan penyusunan roadmap pengelolaan sampah jangka panjang agar hasilnya lebih berkelanjutan.
Ia menegaskan perlunya perubahan paradigma dalam melihat sampah.
“Jangan hanya dianggap beban. Sampah justru bisa menjadi sumber daya baru. Kota-kota lain sudah membuktikan, kenapa Samarinda tidak bisa?” tegas politisi Gerindra itu.
Selain menjadikan kawasan Bukit Pinang sebagai ruang terbuka hijau, Deni berharap Pemkot Samarinda bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas PUPR terus berinovasi dalam pengolahan limbah.
“Kalau dikelola secara inovatif, bukan hanya lingkungan yang terjaga, tapi juga bisa melahirkan peluang ekonomi berbasis limbah,” pungkasnya. (Rfh)
Editor: Ang





