
TTS, Kaltimedia.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, telah mengirimkan sampel makanan dan air ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kupang untuk diperiksa, menyusul kasus keracunan massal yang menimpa ratusan warga di Kota SoE.
Wakil Bupati TTS, Johny Army Konay, mengatakan pengambilan sampel dilakukan dari Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang menyediakan makanan bagi penerima manfaat Makanan Bergizi Siap Saji (MBG).
“Sudah diambil sampel makanan dan juga air yang digunakan untuk memasak,” kata Army saat dihubungi, Sabtu (4/10/2025) sore.
Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium dari BPOM akan menentukan penyebab pasti dari kejadian yang menyebabkan ratusan warga mengalami gejala keracunan.
“Hasilnya nanti akan diketahui penyebab pastinya terjadinya keracunan massal tersebut,” ujarnya.
Berdasarkan data hingga Jumat (3/10) pukul 18.00 WITA, jumlah korban mencapai 331 orang dan belum ada laporan penambahan kasus.
Army menegaskan, pemerintah daerah akan memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur umum atau SPPG, sekaligus membentuk tim pengawasan lintas dinas agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini menjadi bahan pelajaran untuk semua pihak. Kami akan melakukan rapat koordinasi agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr. R.A. Karolina Tahun, membenarkan bahwa sampel makanan, air, dan wadah penyajian (food tray) sudah dikirim ke BPOM Kupang untuk pemeriksaan laboratorium.
“Iya, tadi malam sudah diambil dan dikirim ke Badan POM,” ujarnya.
Sebelumnya, kasus keracunan massal terjadi di Kota SoE, Jumat (3/10), dan diduga kuat akibat konsumsi makanan MBG yang disediakan oleh SPPG Kota SoE 1 di bawah Yayasan Peduli Timorana Mandiri.
Sebanyak 331 penerima manfaat dari 12 lokasi terdampak, terdiri dari empat Sekolah Dasar (SD), dua Taman Kanak-kanak (TK), satu PAUD, satu SMA, dan empat posyandu.
Para korban mengalami gejala mual, muntah, diare, sesak napas, dan perut melilit, sehingga harus mendapat perawatan di empat Posko Kejadian Luar Biasa (KLB), yakni RSUD SoE, Polres TTS, SD GMIT SoE 2, dan Puskesmas Kota SoE.
- Posko RSUD SoE merawat 154 orang
- Posko Polres TTS merawat 15 orang
- Posko SD GMIT SoE 2 merawat 152 orang
- Posko Puskesmas Kota SoE merawat 10 orang
SPPG Kota SoE 1 diketahui melayani 3.026 penerima manfaat MBG di seluruh lokasi tersebut. Pemerintah daerah kini menunggu hasil pemeriksaan BPOM untuk memastikan sumber utama penyebab keracunan massal tersebut.
Berikut lokasi dan jumlah penerima manfaat yang mengalami keracunan:
- SD GMIT Soe 2 : 195 orang
- SD Oenasi : 44 orang
- SD Inpres Soe : 33 orang
- SD Advent : 14 orang
- Posyandu Kota Baru : 6 orang
- Posyandu Bhayangkari: 3 orang
- Pasyandu Nonohonis : 1 orang
- Posyandu Maleset : 12 orang
- SMA Karya : 1 orang
- Paud Cendana : 1 orang
- TK Et Labora : 1 orang
- TK Oenasi : 20 orang.





