NPCI Kaltim Dorong Regenerasi Atlet Disabilitas Lewat Festival Olahraga

Foto: Ketua NPCI Kaltim, Suharyanto. Sumber: Istimewa.
Foto: Ketua NPCI Kaltim, Suharyanto. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya melahirkan atlet-atlet disabilitas berprestasi melalui program regenerasi. Salah satu langkah nyata adalah penyelenggaraan Festival Olahraga Disabilitas (FOD) yang digelar di 10 kabupaten/kota se-Kaltim.

Sejauh ini, festival sudah terlaksana di tiga daerah, yaitu Kota Bontang, Balikpapan, dan Kabupaten Paser. Ketua NPCI Kaltim, Suharyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan wadah untuk memperkenalkan olahraga kepada penyandang disabilitas sekaligus menemukan bakat mereka.

“Tujuan kami utamanya adalah sosialisasi mencari minat anak disabilitas ini punya wadah olahraga NPC. Jadi bukan kejuaraan, tapi sosialisasi festival,” ujar Suharyanto kepada.

Ia menegaskan, jika para peserta sudah menemukan cabang olahraga (cabor) yang sesuai dengan minat, NPCI akan memberikan pembinaan lebih lanjut.

“Nanti mencoba di mana minat olahraganya, karena banyak yang tidak tahu bahwa NPC ini wadah olahraganya orang disabilitas. Hal ini juga tertuang dalam aturan, di mana kita juga berlaga di Peparnas, dan lain-lain,” jelasnya.

Menurut Suharyanto, program FOD ditargetkan dapat menjangkau seluruh daerah di Kaltim hingga akhir 2025. Meski fokus utama menyasar anak-anak, NPCI Kaltim tetap membuka kesempatan bagi semua penyandang disabilitas untuk ikut serta.

“Tahun ini ada beberapa kabupaten yang tidak punya SLB, seperti Mahakam Ulu atau Berau. Tapi meskipun bukan hanya SLB, masyarakat luas tetap bisa ikut. Kami memang menyasar anak-anak usia muda, baik di SLB maupun sekolah inklusi, tapi di luar itu juga boleh, khususnya yang muda,” terangnya.

Selain FOD, NPCI Kaltim juga rutin menggelar kejuaraan tingkat provinsi (kejurprov) di berbagai cabang olahraga. Beberapa di antaranya tenis meja di Bontang, bulu tangkis di Balikpapan, serta atletik dan renang di Kutai Kartanegara.

Dengan berbagai program tersebut, Suharyanto berharap regenerasi atlet disabilitas di Kaltim bisa terus berjalan. “Harapan kami, melalui program ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi ke depan untuk Benua Etam,” pungkasnya. (Dy)
Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *