Tiga Hari Pasca Aksi Mahasiswa, Fasilitas DPRD Kaltim Rusak dan Penuh Coretan

Gambar saat ini: Foto: Pagar luar Kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, yang masih penuh coretan. Sumber Rfh.
Foto: Pagar luar Kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, yang masih penuh coretan. Sumber Rfh.

Samarinda, Kaltimedia.com – Tiga hari pasca aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), kondisi pagar luar kantor dewan di Jalan Teuku Umar masih dipenuhi coretan cat. Tak hanya itu, sejumlah fasilitas juga mengalami kerusakan, termasuk kamera pengawas (CCTV) di sekitar gedung.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menyayangkan tindakan perusakan dan pencoretan tersebut. Ia menilai hal itu sudah termasuk kategori anarkis dan merugikan negara.

“Sebetulnya itu tidak boleh dilakukan. Sudah masuk salah satu tindakan anarkis. Kita harus perbaiki lagi, dan itu tentu membutuhkan biaya tambahan,” ujar Hasanuddin, Kamis (4/9/2025).

Hasanuddin menjelaskan, biaya perbaikan tidak ditanggung pemerintah daerah, melainkan menjadi beban anggaran DPRD sendiri. Biaya itu meliputi pembersihan coretan, perbaikan fasilitas yang rusak, hingga penggantian barang yang hilang saat aksi.

“Biaya dari kami lagi, karena memang tidak ada anggaran dari pemerintah untuk membantu itu. Mudah-mudahan ada dana di Sekretariat Dewan (Sekwan),” katanya.

Selain kerusakan fasilitas, Hasanuddin juga menyoroti kendala pengamanan. Menurutnya, aparat keamanan sebenarnya siap menjaga hingga tiga hari, namun pihak Sekretariat DPRD tidak memiliki anggaran untuk logistik.

“Sebenarnya aparat keamanan mau jaga di sini tiga hari. Tapi di kesekwanan tidak ada anggarannya untuk kasih makan. Untuk memberi makan keamanan saja kita tidak sanggup,” ungkapnya.

Meski demikian, Hasanuddin menegaskan DPRD tetap membuka ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Ia berharap aksi ke depan dapat dilakukan dengan tertib dan damai, tanpa merusak fasilitas umum.

“Kalau aspirasinya disampaikan dengan baik, kita bisa sama-sama melihat apakah usulan itu dapat dijalankan atau tidak. Tapi perlu diingat, tidak semua persoalan bisa ditujukan kepada pemerintah provinsi,” imbuhnya.

Kerusakan akibat aksi terbilang cukup signifikan. Dari sembilan unit CCTV yang terpasang, empat di antaranya rusak dan perlu diganti.

“Ada sekitar empat CCTV yang rusak, dan itu juga harus kami ganti. Tapi belum tahu apakah anggarannya ada atau tidak,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kaltim, Norhayati Usman, belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait langkah perbaikan maupun ketersediaan anggaran untuk menutupi kerusakan fasilitas dewan. (Rfh)

#JagaIndonesiaLewatFakta – Kaltimedia mengajak masyarakat kritis, aktif, dan bijak menghadapi isu bangsa. Dengan fakta, kita jaga Indonesia bersama.

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *