Orang Tua Pilih Main Roblox Bareng Anak, Bukan Melarang

Foto: Game Roblox. Sumber: Istimewa.
Foto: Game Roblox. Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com – Permainan Roblox sedang ramai dibicarakan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, bahkan mengimbau anak-anak untuk tidak memainkannya. Namun, imbauan itu tak berlaku bagi Mayang (38), seorang ibu yang justru memilih ikut terjun ke dunia Roblox bersama anaknya.

“Saya ikut main saja, biar bisa sambil mantau aktivitas anak di sana,” ujar Mayang saat berbincang, Kamis (7/8/2025).

Menurutnya, larangan justru berisiko membuat anak tantrum atau malah beralih ke permainan lain yang lebih berbahaya.

Dengan ikut bermain, Mayang merasa bisa berinteraksi langsung sekaligus mengawasi. Ia menganggap cara ini memberi kesempatan anak untuk menikmati permainan, tetapi tetap dalam pantauan orang tua.

Di era teknologi yang kian maju, Mayang percaya orang tua perlu memahami tren yang digemari anak, bahkan jika perlu ikut terlibat di dalamnya. “Selami dunia anak, nyemplung sekalian, tanpa harus melarang,” ujarnya.

Roblox adalah platform permainan daring populer di kalangan anak-anak. Pemain dapat membuat gim sendiri, mencoba karya orang lain, dan berinteraksi dengan pengguna dari seluruh dunia.

Psikolog klinis Arnold Lukito menjelaskan bahwa Roblox memiliki dua sisi. Di satu sisi, permainan ini melatih kreativitas, kolaborasi, dan keterampilan digital anak. Di sisi lain, fitur komunikasi dan kebebasan membuat konten membuka peluang risiko, seperti paparan kekerasan, bahasa tidak pantas, atau interaksi dengan orang asing yang berpotensi membahayakan.

Arnold menilai strategi ikut bermain atau co-play bisa menjadi cara efektif meminimalkan risiko tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa active mediation, keterlibatan langsung orang tua dalam aktivitas digital anak, dapat mengurangi paparan konten negatif sekaligus mempererat hubungan keluarga.

Arnold menjabarkan konsep parental mediation, pendekatan yang membantu anak mendapatkan manfaat media sambil menghindari risiko. Ada tiga bentuk utama:

  • Pendampingan aktif (active mediation), orang tua ikut menonton atau bermain, sambil berdiskusi, menjelaskan isi konten, dan memberi panduan.
  • Pembatasan (restrictive mediation), orang tua membuat aturan, seperti batas durasi bermain, jenis gim yang boleh dimainkan, atau waktu khusus untuk bermain.
  • Bermain bersama (co-playing), orang tua hadir saat anak bermain, tetapi tanpa banyak diskusi atau arahan.

Menurut Arnold, kombinasi ketiganya biasanya paling efektif: aturan yang jelas, pendampingan aktif, dan momen bermain bersama.

“Ikut bermain Roblox bersama anak bukan hanya soal mengawasi, tetapi juga kesempatan emas untuk membangun komunikasi hangat, menanamkan nilai, dan membentuk anak menjadi pengguna digital yang bijak,” tegas Arnold. (Ant)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *