Proyek KPBU RSUD IA Moeis Masuki Tahap Finalisasi, Wali Kota Samarinda Targetkan Teken Kontrak Sebelum Oktober

Foto: Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Sumber: Istimewa.
Foto: Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com — Proyek strategis pengembangan RSUD IA Moeis di Samarinda melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) kini memasuki fase finalisasi.

Pemerintah Kota Samarinda menargetkan penandatanganan kontrak utama dapat dilakukan sebelum Oktober 2025.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyebut bahwa proyek yang digagas sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan di Samarinda ini telah mencapai momentum penting dalam perjalanan panjangnya.

“Hari ini merupakan bagian penting dari tahapan KPBU. Kita sudah berada di fase penandatanganan dokumen antara investor, lender, dan para pemangku kepentingan, termasuk SNI dan PII yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai penjamin,” ujar Andi Harun dalam pernyataan resminya, Senin (28/7/2025).

Ia menambahkan, kesepakatan antara pihak investor, kontraktor, dan stakeholder harus segera difinalisasi agar pembangunan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

Sebelum kontrak utama ditandatangani, dijadwalkan akan ada pertemuan penting antara investor dan kontraktor, yakni Plenary Group dan Aspen Medical, dengan sejumlah pihak terkait di daerah maupun pusat.

Langkah ini dinilai krusial agar seluruh pemangku kepentingan memahami ruang lingkup dan pelaksanaan proyek secara menyeluruh.

“Pertemuan ini penting agar pembangunan dapat dimulai tanpa hambatan. Kita ingin RSUD IA Moeis hadir sebagai rumah sakit modern dengan standar internasional,” jelas Andi Harun.

Dengan nilai investasi mencapai Rp1,1 triliun, proyek ini menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Samarinda di sektor kesehatan.

Melalui skema KPBU, pengembangan RSUD IA Moeis diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses kesehatan, serta menghadirkan fasilitas yang lebih representatif bagi masyarakat.

Proyek ini juga melibatkan konsorsium internasional dari Australia dan Singapura, yakni Plenary Group dan Aspen Medical, sebagai bagian dari upaya menghadirkan teknologi dan standar manajemen rumah sakit kelas dunia.

“Kalau hasil pertemuan besok positif, kita tinggal melanjutkan tahap berikutnya. Ini menjadi penentu kelancaran pembangunan rumah sakit kita ke depan,” pungkas Andi. (Rfh)
Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *