Pelajar SMK Tewas Ditabrak Mobil Dinas Polda Kalsel, Polisi Janji Usut Tuntas

Foto: Mobil polisi tabrak pelajar di Jalan Ahmad Yani Km 21, Banjarbaru. Sumber: Istimewa.
Foto: Mobil polisi tabrak pelajar di Jalan Ahmad Yani Km 21, Banjarbaru. Sumber: Istimewa.

Banjarbaru, Kaltimedia.com — Seorang pelajar SMK bernama Muhammad Iqbal Risanta (17) meninggal dunia setelah ditabrak mobil dinas milik Dit Samapta Polda Kalimantan Selatan saat mengendarai sepeda motor seorang diri. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu pagi (27/7) sekitar pukul 07.00 WIB di Jalan Ahmad Yani Km 21, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru.

Korban, yang merupakan siswa kelas XII SMK Negeri 1 Gambut, Kabupaten Banjar, diketahui tengah mengendarai sepeda motor tidak jauh dari kediamannya. Berdasarkan keterangan awal, sepeda motor korban tertabrak saat ia diduga tiba-tiba berpindah lajur untuk berbelok di putaran (u-turn) tanpa menyalakan lampu sein.

“Pada saat berbelok korban tidak menggunakan lampu sein dan tertabrak oleh Mobil K9 Dit Samapta Polda Kalsel. Akibat kecelakaan tersebut, korban meninggal dunia di tempat,” kata Kombes Pol Adam Erwindi, Kabid Humas Polda Kalsel, dalam pernyataannya pada Minggu (27/7).

Mobil dinas yang menabrak korban diketahui ditumpangi oleh empat orang anggota kepolisian yang sedang dalam perjalanan menuju kegiatan sterilisasi gereja di Banjarmasin.

Meski korban diduga melakukan manuver tanpa isyarat, Polda Kalsel menegaskan akan tetap melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur oleh anggota kepolisian, tindakan tegas akan diambil sesuai aturan hukum.

“Jika dalam pemeriksaan ditemukan kelalaian atau pelanggaran yang dilakukan oleh anggota, Polda Kalsel akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegas Kombes Adam.

Dari hasil komunikasi dengan pihak keluarga, diketahui bahwa Muhammad Iqbal Risanta belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan baru belajar mengendarai sepeda motor. Fakta ini menambah keprihatinan atas kecelakaan yang merenggut nyawa pelajar tersebut.

“Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban memang baru belajar sepeda motor dan belum memiliki SIM,” tambah Adam.

Pihak Polda Kalsel menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga korban, sekaligus menyatakan komitmen untuk mengusut tuntas kejadian ini secara objektif dan transparan. Hingga saat ini, proses penyelidikan terhadap kronologi kecelakaan terus berjalan, termasuk pemeriksaan terhadap pengemudi mobil dinas dan saksi-saksi di lokasi kejadian.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, khususnya bagi pelajar atau pengendara pemula, serta perlunya pengawasan dan tanggung jawab semua pihak di jalan raya, termasuk aparat penegak hukum yang tengah bertugas. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *