Masjid Agung Paser Evaluasi Kegiatan Kuliner, Siapkan Langkah Pembenahan

Foto: Wakil Sekretaris Pengurus Masjid Agung, Burhan Afhani. Sumber: Istimewa.
Foto: Wakil Sekretaris Pengurus Masjid Agung, Burhan Afhani. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Pengurus Masjid Agung Nurul Falah, Kabupaten Paser, mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan Masjid Agung Culinary (MAC) yang rutin digelar setiap Sabtu malam. Evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari rapat pertama yang digelar di Ruang Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Paser.

Dalam rapat tersebut, sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kebersihan, keamanan, serta retribusi parkir telah dibahas dan dinilai berjalan cukup baik. Namun, masih ada beberapa catatan penting yang menjadi perhatian pengurus, khususnya terkait penghormatan terhadap waktu ibadah di masjid.

Wakil Sekretaris Pengurus Masjid Agung, Burhan Afhani, menyoroti adanya aktivitas jual beli yang masih berlangsung ketika jamaah hendak melaksanakan salat Maghrib dan Isya. Hal ini dinilai mengganggu kekhusyukan ibadah.

“Pekerjaan rumah kita adalah bagaimana aktivitas dagang bisa dihentikan sementara saat salat berlangsung. Ke depannya, kita akan pasang baliho atau pemberitahuan agar semua kegiatan jual beli dihentikan saat azan hingga salat selesai. Karena kita berjualan di lingkungan masjid, tentu harus memberi contoh yang baik,” ujar Burhan kepada Kaltimedia.com.

Selain soal waktu ibadah, evaluasi juga menyoroti pengunjung yang mengenakan pakaian tidak layak di lingkungan masjid. Meski kegiatan kuliner ini bersifat umum dan terbuka untuk siapa saja, pengurus tetap mendorong pengunjung untuk menjaga etika berpakaian, khususnya dalam area masjid.

“Kesadaran berpakaian sopan dan islami itu penting. Meski tidak semua pengunjung adalah muslim, kami harap bisa tetap menjaga kesopanan,” tambah Burhan.

Sebagai tindak lanjut, pengurus masjid akan segera mengadakan pertemuan khusus dengan komunitas UMKM Paser Berayak yang menjadi pelaksana kegiatan kuliner, untuk membahas peningkatan kualitas layanan sekaligus menyepakati tata tertib baru di lingkungan masjid.

“Saat ini, makanan halal dan syar’i sudah berjalan baik. Tapi kita ingin lebih dari itu — menciptakan suasana religius, aman, dan tertib dalam setiap aktivitas,” jelasnya.

Dalam upaya memperluas jangkauan informasi, Masjid Agung juga berencana membangun situs resmi untuk menyampaikan informasi kegiatan keagamaan, seperti tausiah, salat berjamaah, dan program sosial lainnya. Selama ini, kegiatan seperti tausiah Maghrib masih ditayangkan secara langsung melalui YouTube dan Facebook.

“Pembuatan website ini sesuai dengan arahan dari Asisten Kesra. Harapannya, masyarakat bisa mengakses informasi dengan lebih mudah dan luas,” kata Burhan.

Ia pun menutup harapannya agar Masjid Agung Nurul Falah bisa menjadi ikon keislaman dan pusat kegiatan yang memberi kenyamanan bagi siapa saja yang datang.

“Kami ingin pengunjung datang dengan senang dan pulang pun merasa bahagia. Masjid ini adalah wajah Kabupaten Paser, dan tanggung jawab kami untuk terus membenahinya,” pungkasnya. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *