Menteri ESDM Bahlil Ungkap Indonesia Segera Punya Floating LNG Terbesar ke-9 Dunia

Foto : Menteri ESDM bahlil lahadalia. Sumber : Istimewa.
Foto : Menteri ESDM bahlil lahadalia. Sumber : Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ungkap Indonesia dipastikan akan masuk dalam daftar negara pengoperasian floating LNG (liquified natural gas) terbesar di dunia, menduduki peringkat ke–9 secara global. Proyek ini menggarisbawahi ambisi besar pemerintah dalam memperluas infrastruktur energi domestik dan menjaga ketahanan pasokan gas.

Dalam penjelasannya, Direktur Tanker Minyak Mentah dan Minyak Bumi PT Pertamina International Shipping (PIS), Brilian Perdana, menyampaikan bahwa permintaan global terhadap LNG tumbuh signifikan, sekitar 5 % per tahun. Diperkirakan kebutuhan akan mencapai 666 juta ton per tahun pada tahun 2033.

“Itu sebabnya kami berusaha meremajakan usia armada kami serta mengadopsi teknologi terbaru yang lebih ramah lingkungan,” jelas Brilian Perdana.

Asia Tenggara kini tengah menjadi hub utama perdagangan LNG global. Menurut pakar industri pelayaran maritim, posisi geografi regional memberi peluang besar bagi perusahaan seperti PIS untuk memperkuat kehadiran mereka dalam pasar LNG dunia.

Sementara itu, data menunjukkan cadangan gas Indonesia sangat melimpah sebesar lebih dari 100 triliun cubic feet dengan bagian terbesar tersimpan di wilayah Indonesia Timur.

Untuk mengoptimalkan potensi ini dan menjawab kebutuhan tinggi terutama di Pulau Jawa dan Sumatera, pembangunan floating LNG menjadi vital dalam strategi transisi energi.

Proyek floating LNG ini tidak hanya memberi kontribusi dalam memperkuat pasokan energi nasional, tetapi juga mendukung pengembangan armada kapal dan teknologi pelayaran ramah lingkungan. Brilian Perdana turut menekankan aspek berkelanjutan.

“Kami juga terbuka mengadopsi teknologi terbaru yang lebih ramah lingkungan memenuhi tingginya kebutuhan tersebut,” ungkapnya.

Dengan infrastruktur seperti floating LNG, Indonesia siap menerapkan strategi ekspor dan distribusi domestik yang lebih efisien, sekaligus memperkaya peluang investasi maritim berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan kebutuhan energi bersih dan upaya Indonesia dalam mencapai tujuan emisi rendah di masa depan. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *