Nikmatnya Tekenakoling, Rasa Terjaga Sejak Zaman “Covid”

Nikmatnya Tekenakoling, Rasa Terjaga Sejak Zaman “Covid”

BALIKPAPAN – Siapa yang tidak pernah minun kopi. Saat ini, kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup orang-orang.

Kopi pun kini terus berinovasi, dari yang awalnya hanya pahit, kini memiliki varian rasa yang disukai berbagai kalangan. Tidak dipungkiri, menjamurnya coffe shop di berbagai kota lantaran permintaan penikmat kopi yang terus bertambah.

Untuk mengakali tingginya permintaan kopi, bahkan pengusaha kopi harus berinisiatif untuk menjemput pelanggan. Salah satunya dengan menghadirkan koling (kopi keliling) yang semakin populer di Balikpapan.

Tekenakoling, salah satu yang hadir di Balikpapan. Gusti, pemilik Tekenakoling, menyebut bahwa konsep koling menawarkan kemudahan bagi pecinta kopi, yang ingin menikmati minuman favorit mereka tanpa ribet dan dengan harga terjangkau.

“Banyak masyarakat memilih koling karena praktis dan murah. Apalagi mereka yang sibuk-sibuknya kerja ,” katanya.

Tak heran jika koling kini tersebar di berbagai sudut kota, memanjakan para pelanggan dengan kopi yang siap dinikmati kapan saja. Namun, bisnis ini bukan tanpa tantangan, cuaca yang tak menentu kerap menjadi kendala, terutama saat hujan atau saat suhu dingin yang mengurangi minat pembeli.

“Kalo hujan, mau gak mau harus menunggu reda dulu baru jualan. Pembeli juga sedikit menurun kalo hujan” sebutnya.

Tambahnya lagi, kondisi jalan yang kurang baik juga menjadi tantangan tersendiri.

“Kalau jalan jelek, gerobak itu bisa berguncang, kadang sampai bahan kopi tumpah,” seru Gusti.

Di sisi lain, menjaga kualitas kopi tetap baik untuk dijual memerlukan perlakuan khusus agar kopi yang tersisa tidak basi. Selain itu, ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi para penjual kopi, terlebih mereka yang baru merintis.

“Untuk kopi yang sudah dicampur susu hanya bisa bertahan 3 hari tetapi kopi yang belum bercampur susu (Espresso) bisa bertahan sampai seminggu” katanya.

Peran kulkas sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas kopi agar rasanya tetap enak diminum.

“Kami memiliki SOP dalam menjalankan usaha ini salah satunya dalam proses penyimpanan kopi. Kami biasa taruh di kulkas untuk kopi yang bersisa, pasti ketika dijual lagi besok kami memastikan betul kopi itu masih layak atau enggak. Kalo gak dan sudah lewat waktunya kami akan buang” jelasnya.

Gusti yang awalnya melanjutkan usaha dari kedai kopi lalu kemudian ke Tekenakopling menjelaskan, bahwa patner bisnisnya sudah profesional dalam mengolah kopi sehingga hal-hal seperti itu bisa ditangani.

“Kebetulan bangun Tekenakoling ini bareng teman, dan teman sudah lama diperkopian jadi kami bisa memastikan kualitas yang baik untuk pembeli” ungkapnya.

Untuk diketahui bersama, brand Tekena sendiri sudah berdiri sejak “Zaman Covid”, tepatnya tahun 2020 silam. Keadaan saat itu memaksa Tekena berinovasi dengan menghadirkan kopi literan yang sangat dinikmati penggemar kopi. Karenanya, hadirnya Tekenakoling saat ini menjadi jawaban atas tantangan yang terus berkembang. (Redaksi)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *