DPRD Samarinda Dukung Pemberlakuan Kembali Sistem Ujian Nasional

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi.

Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menanggapi persoalan kebijakan terkait Ujian Nasional (UN) dari jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA/K, yang bakal diberlakukan kembali pada 2025 ini.

Menurut Ismail, diberlakukannya UN dapat mendorong siswa agar lebih ulet dan giat dalam belajar. Sebab, sistem pendidikan di Indonesia dinilai memerlukan mekanisme yang mampu mendongkrak semangat serta motivasi siswa agar memiliki semangat belajar yang tinggi.

“Masyarakat kita itu membutuhkan pemicu supaya mau belajar. Jika tidak ada tekanan, semangat belajar bisa menurun. Kita bisa lihat China, yang memiliki ekonomi tinggi dan pendidikan yang maju, karena masyarakatnya ditekan dengan sistem ujian,” ujar Ismail, Jumat (21/2).

Menilik sistematis pendidikan di Finlandia yang terkenal akan negara dengan pendidikan terbaik di dunia, Ismail mengatakan bahwa negara tersebut tidak membebankan siswanya dengan PR serta tidak UN. Bahkan jam belajar yang tidak lama antara 4-5 jam per hari yang dianggap dapat meningkatkan produktifitas siswa.

Kendati demikian, Ismail menyebut, sistem tersebut tidak dapat dilakukan di Indonesia karema tidak cocok dengan kebiasaan dengan negara yang dijelaskan tersebut.

“Finlandia memiliki sistem pendidikan terbaik, tetapi karakteristik masyarakatnya berbeda dengan kita. Tidak bisa serta-merta diterapkan di sini tanpa melihat kondisi sosial dan budaya yang ada,” katanya menjelaskan.

Lebih lanjut, Ismail berpendapat bahwa penerapan UN kembali cukup meningkatkan kualitas pendidikan.

Hanya saja baginya, pemberlakuan UN kembali sangat diharapkannya bisa dilaksanakan lebih baik dan tidak hanya terfokus pada hasil ujian, dengan melibatkan pemerintah.

“Jadi kita lihat sisi positifnya walaupun peniadaan UN, pada waktu itu ada latar belakangnya. Kalau mau lulus harus belajar dengan baik,” ucap Ismail menambahkan. (Adv/dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *