
BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) meluncurkan strategi baru untuk mengatasi masalah parkir liar yang kerap mengganggu arus lalu lintas. Dengan mengoptimalkan lahan kosong milik masyarakat.
Kepala Dishub Balikpapan, Adwar Skenda Putra, menyatakan bahwa kerja sama dengan pemilik lahan menjadi kunci dalam program ini.
“Kami akan memanfaatkan tanah-tanah kosong dan ruko yang tidak digunakan sebagai kantong parkir. Solusi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada parkir di bahu jalan,” jelas pria yang akrab disapa Edo.
Beberapa ruas jalan utama seperti Jalan Syarifuddin Yoes dan Jalan Soekarno-Hatta menjadi prioritas penataan. Selama ini, area tersebut sering menjadi titik parkir liar yang mengakibatkan kemacetan. Langkah serupa juga akan diterapkan di Jalan MT Haryono, yang sebelumnya sudah lebih tertib setelah adanya penataan awal.
Tidak hanya itu, Dishub Balikpapan juga akan mengganti model parkir serong menjadi parkir paralel untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak terhadap arus lalu lintas.
Edo menambahkan bahwa ruko-ruko kosong dapat digunakan sebagai area parkir fleksibel: siang untuk parkir kendaraan, malam untuk kantong parkir tambahan.
Program ini dijadwalkan mulai berjalan tahun depan, membawa harapan baru dalam menciptakan lalu lintas yang lebih lancar, aman, dan nyaman bagi warga Balikpapan. (KM2)





