Sempat Rematch, Atlet Ju Jitsu Kaltim Kelas 77 Kg Harus Puas Hanya Dapat Medali Perak

Atlet Ju Jitsu Kaltim, harus puas melepas medali emas dan menggapai perak, setelah dikalahkan atlet asal Jatim dengan poin akhir 6-8, dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21, yang bergulir di Gedung Martial Arts Arena, Komplek Sport Center, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (18/09/2024).

Sumut – Atlet Ju Jitsu Kaltim, harus puas melepas medali emas dan menggapai perak, setelah dikalahkan atlet asal Jatim dengan poin akhir 6-8, dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21, yang bergulir di Gedung Martial Arts Arena, Komplek Sport Center, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (18/09/2024).

Peraih medali perak tersebut yakni Jujitsan asal Kaltim bernama Muhamad Irfan Fauzi, yang turun pada kelas 77kg. Pertandingan ini menuai persoalan, sebab laga di arena diulang lagi karena tim Kaltim melakukan protes.

Meski diulang, namun hasilnya tetap sama Kaltim meraih medali perak. Padahal pertandingan awal diyakini sudah berpotensi medali emas.

Pelatih Ju Jitsu Kaltim, Saptoko menjelaskan, kronologi awal dari sikap protes pihaknya yang dilayangkannya kepada hakim dan juri.

“Jadi begini, karena ini menjadi keputusan dari protes yang menyatakan dari pihak kami dan pihak hakim menyatakan bahwa ada kesepakatan tanding ulang, yang mana itu keputusan yang sangat berat sebenarnya tadi itu. Kami kalau tidak ikut masuk ranah dalam sidang ya kami mewakilkan ke manajer dan keputusannya tanding ulang,” kata Saptoko.

Menurutnya hal ini sangat berat diterima, apalagi saat sidang tertutup yang dilakukan oleh hakim bersama manager Kaltim dan pihak Jatim.

“Itu sangat krusial dan berat karena keputusan awal Kaltim mendapat peluang menjadi pemenang tapi datangnya lagi dari pihak Jatim memberikan klarifikasi, jadi ada kesepakatan sidang diruang tertutup,” ujarnya.

Sementara itu, atlet jujitsu Kaltim, Irfan, tidak ingin berbicara banyak soal kejadian yang menimpanya dalam pertandingan PON kali ini. Apalagi pertandingan ulang (rematch) ini menurutnya sudah unggul 6-5 hingga 2.2 detik, namun dirinya tetap berserah diri dan perlu berbesar hati.

“Tadi di ulang ada yang kurang pas, soalnya diaturan itu kalau diakhir tadi gak ada aktif itu diberdirikan lagi bukan dikenakan pelanggaran. Jadi aturannya harus berdiri lagi mulai dari pukul tanding lagi tapi tidak dilakukan. Tapi gak apa-apa namanya pertandingan gitu,” ucap Irfan.

Irfan pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat khususnya KONI Kaltim karena belum bisa menyumbangkan medali emas pada PON kali ini.

“Mohon maaf belum bisa membawa emas, bisa bawa perak aja, terima kasih dukungan semuanya,” ujarnya.

Dari 5 atlet yang diturunkan, di hari pertama jujitsu Kaltim hanya bisa meraih 1 medali perak, sedangkan 2 atlet lainnya lepas dari zona medali. Namun pada Kamis (19/09/2024) besok, 2 atlet lainnya akan kembali turun, dan Saptoko meyakini keduanya ini memiliki potensi medali, dengan targetan 1 medali emas. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *