Obati Kejenuhan Selama Latihan, Tim PON Angkat Besi Kaltim Pilih Jalan-jalan

Berbeda dengan cabor lain yang meningkatkan kemampuan, tim PON Angkat Besi Kaltim belum lama ini baru pulang dari program try outnya yang dibalut dengan refreshing atlet.

SAMARINDA – Berbeda dengan cabor lain yang meningkatkan kemampuan, tim PON Angkat Besi Kaltim belum lama ini baru pulang dari program try outnya yang dibalut dengan refreshing atlet.

Di mana 11 atlet dan 3 pelatih ini jalan-jalan ke Batu Malang, Probolinggo, Jogja, Borobudur, Bromo dan keliling, serta menikmati Rafting di Songa Probolinggo.

Sepulangnya dari jalan-jalan, Pelatih Angkat Besi Kaltim, Rendy R Ary menerangkan rasa jenuh anak asuhnya selama menjalani program Pelatda KONI Kaltim, kini sudah terobati sepenuhnya.

“Atlet itu keluar dari masa jenuh, fresh otaknya dan lebih fit lagi untuk latihan karena selama tiga bulan di penuhi Pelatda persiapan umum dengan latihan yang berat, sekrang masuk ke persiapan khusus dan pra kompetisi jadi otak dan badan harus fresh,” ucap Rendy R Ary.

Ia mengaku selama liburan ini melupakan semua program dan beban medali di PON, sebab harus merefresh atlet anak asuhnya.

“Jadi pulang try out dari Batu Malang fresh semuanya tidak ada beban lagi. Punya semangat baru,” katanya.

Lebih lanjut, Rendy menjelaskan beban yang diangkat para lifternya ini lebih ringan dari beberapa pekan lalu. Hal itu terbukti seperti salah satu anak asuhnya yang bisa melampaui rekor nasionalnya sendiri yang dibuatnya pada BK PON 2023 lalu.

“Pokoknya otot mereka meningkat semua, contoh Firda itu kenaikan 10 persen angkatannya jadi dia sudah melampaui rekornas,” ujar Rendy.

Ia menambahkan kekuatan yang didapatkan ini berkat liburan yang dimaksimalkan, sehingga lahir semangat baru untuk menghadapi multi event yang tak lama lagi akan digulirkan.

“Itu ada gambarkan lagi seperti bayi baru lahir, jadi semangat latihannya di tambah lagi seperti tidak kenal lelah dan beban hidup,” ujarnya.

Dengan waktu tersisa 2 bulan ini, Rendy akan menggenjot pematangan persiapan anak asuhnya, namum dengan hati-hati. Sebab menurutnya menjelang hari H pertandingan rawan cidera, sehingga Ia harus ekstra memantau kondisi atlet saat menjalani program latihan rutin.

Selain itu juga sekali dalan 2 minggu atlet ini di programkan refreshing otak, seperti mandi di sauna bersama, mancing bersama yang meningkatkan kemistri serta motivasi yang lebih dalam lagi. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *