
SAMARINDA – Bertempat di Halaman Kantor KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, pelaksanaan Pencanangan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) KONI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah resmi bergulir pada Minggu (03/03/2024). Pencanangan tersebut sebagai tanda pemusatan akan berjalan hingga 6 bulan kedepan.
Pada agenda tersebut juga dilakukan penyematan pin emas dari Kadispora Kaltim, Agus Hari Kesuma kepada Ketua Kontingen Kaltim, Isran Noor, kemudian penyerahan bendera Ruhui Rahayu yang diterima oleh Komandan Pelatda, Ego Arifin, sebagai simbol Pelatda berjalan.
Mewakili Pj Gubernur Kaltim, Agus Hari Kesuma mengatakan bahwa pihaknya telah memantau progres capaian prestasi selama ini yang ditorehkan. Sehingga besar harapannya pada PON ke-21 di Aceh dan Sumatera Utara mendatang bisa meningkatkan prestasinya kembali.
“Saya sampaikan, PON ke-21 akan datang kita harus sudah melakukan back up data sejak tahun 2016 sampai 2022. Dari data tersebut kita bisa melihat capaian-capaian para atlet kita yang memang bagus, baik dan berprestasi. Kita juga sudah melihat potensi cabor yang memberikan medali pada Kaltim,” ucapnya.
Ia pun berpesan kepada seluruh pejuang olahraga Kaltim yang menjalani Pelatda ini untuk bersungguh-sungguh berlatih dengan semangat yang membara.
“Karena itu melalui Pelatda PON ini dengan tekad yang bulat dan semangat yang menyala-nyala, saya yakin para atlet Kaltim akan mampu memberikan penampilan yang terbaik dan meraih prestasi gemilang pada PON ke-21 yang akan datang,” katanya.
Sementara itu Ketua Kontingen PON Kaltim, Isran Noor, punya harapan besar kepada pejuang olahraga yang akan dibawanya ini. Apalagi Kaltim terbaik diluar pulau Jawa, apalagi tuan rumahnya bukan di posisi 5 besar seperti biasanya.
“Saya ketua kontingenya, jangan malu-maluin ketua kontingennya. Saya berharap para atlet punya keyakinan itu secara spikologi sudah ada dan itu sudah menentukan lebih 50 persen kemenangan, disusul oleh teknik, strategi, taktik dan nasib,” ucap Isran Noor, sambil bercanda gurau.
Kendati demikian, Ia menyampailan bahwa prinsip yang disebutkannya perlu dimiliki atlet, sehingga mampu menempuh target yang ingin di capai pada PON yang akan datang.
“Pertama dulu kita yakin bahwa kita punya kekuatan bisa mengalahkan lawan dari cabor apapun itu prinsip. Dalam hal apa saja kalau kita punya prinsip simbol kemenangan sudah kita miliki lebih dari 50 persen tinggal strategi, teknik, taktik. Kalau bonus itu kecil urusannya,” ujarnya.
Kemudian, Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras menyampaikan laporannya dihadapan Dispora dan Ketua Kontingen Kaltim bahwa ada sebanyak 712 orang yang terdiri dari atlet, pelatih dan ofisial teknik yang siap menjalani Pelatda berdasarkan data registrasi.
Menurutnya pelaksanaan Pelatda ini dimaknai sebagai bentuk membangun kemistri antar atlet dan pelatih untuk dapat meraih target 5 besar di PON nanti.
“Pelatda sebagai kawachandra dimuka untuk menyatukan tekad kita bersama, untuk saling melengkapi, dan saling menguatkan satu sama lain dalam rangka mempersiapkan atlet Kaltim untuk meraih medali emas di PON XXI/2024 di Aceh-Sumut,” ucap Rusdiansyah Aras.
Dalam sambutannya, Rusdiansyah juga menyebutkan selain uang tc mandiri 3 bulan yanh akan cair pada 4 Maret ini, juga akan memberikan uang saku untuk medali emas Pra PON sebesar 5 juta, perak 3,5 juta, perunggu 2,5 juta. Sedangkan atlet non medali sebesar 1 juta, serta Pelatih, cabor andalan 5 juta, unggulan dan harapan 4 juta.
Tidak sampai situ, untuk memotivasi atlet, KONI Kaltim menyiapkan dana segar sebesar 40 juta untuk peraih emas yang langsung diberikan di arena pertandingan. Bahkan KONI Kaltim juga mengusulkan bonus kepada Pj Gubernur melalui Kadispora Kaltim untuk memberikan bonus sebesar 300 juta. (Dy)



