
KALTIMEDIA.COM, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun, melakukan peninjauan ke SD 014, Kelurahan Tanah Merah, pada Rabu (29/11/2023) pagi.
SD 014 ini diketahui berlokasi di belakang aktivitas tambang. Pemkot sebelumnya mempunyai rencana akan melakukan renovasi sekolah tersebut.
Namun untuk memastikan terkait pertimbangan teknis dan biaya maka Pemkot bersama BPKAD dan Disdikbud Samarinda melakukan peninjauan ke lapangan.
“Setelah kami turunkan tim, ternyata lokasi sangat berdekatan dengan kegiatan tambang, kalau kita lakukan renovasi dilokasi ini kita harus berhitung kedepannya. Saya berunding di kantor, hasil rapat kesimpulannya kalau direnovasi kedepan semakin dekat dengan tambang, sementara renovasi kita akan keluarkan uang rasanya tidak pas,” tuturnya.
Terkait kondisi sekolah ia juga menerangkan bahwa fasilitas dan konstruksi yang ada sekarang sudah tidak layak untuk proses belajar mengajar.
“Kita butuh sekolah yang layak, disini wifi susah, air PDAM tidak ada, fasilitas laboratorium tidak ada, ruang guru berhimpit-himpitan belum lagi usia sekolah ini kaya di desa padahal ini di kota,” jelasnya.
Kemudian setelah mencari informasi terkait lahan Pemkot yang berada disekitar sana, ia tidak menemukan adanya lahan yang dapat digunakan untuk keperluan relokasi sekolah tersebut. Ia pun menempuh jalur lainnya yaitu mencari tahu siapa pemilik IUP di kawasan tersebut.
“Saya bertanya-tanya ada gak tanah pemkot, ternyata tidak ada selain disini, kemudian saya mencari tau siapa pemilik lahan disini, yang punya IUP batubara di sini siapa, karena sebagaimana kalian tau RT/RW kita sampai 2026, berarti si pemilik IUP sampai 2026,” ucapnya.
Kemudian ia mengatur agenda temu bersama pak Harso selaku pemilik IUP disana, untuk melakukan negosiasi terkait keinginan Pemkot dan Disdik.
“Saya bilang hidup ini kita bagi sebagian rezeki untuk kita dan keluarga, saya ingin ajak pak harso gimana kalau sebagian rezeki itu diinvestasikan untuk kepentingan orang banyak. Saya mau renovasi, nah kalau saya renovasi pasti saya akan buat zonasi di mana daerah tidak bisa menyentuh kesana, karena saya tidak bisa juga karena beliau yang punya IUP, batu baranya dia, sekolahnya kita. Bagaimana saya minta tapi berat, mudahan pak harso diberi rezeki cukup bersedia, saya minta kalau sekolah ini dibangun oleh pak harso kami tidak usah keluar APBD, hibahkan tanahnya bangunkan sekolah yang lebih layak dan ini bukan untuk dikenang tapi untuk amal jariyah,” sampainya.
Hasil dari diskusi tersebut menemui titik terang dengan disetujuinya keinginan Pemkot oleh pihak pemilik lahan.
“Kalau untuk itu, pak harso bersedia, jadi ini akan kami pindah kedepan di atas lahan pak harso untuk pemerintah. Beliau yang bangun dari nol sampai selesai, kalau ada yang kurang nanti gambarnya akan di asistensi oleh Dinas Pendidikan. Jadi sekolah kita bisa terbebas dari bahaya kemungkinan pengaruh lingkungan karena berdekatan dengan lokasi tambang tapi disisi lain Pemkot tidak menghibahkan APBD,” ucapnya.
Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadi turut menerangkan terkait hasil dari peninjauan hari ini.
“Seperti yang disampaikan oleh pak Wali Kota, pertama sekolah kita sudah tua, bangunannya masih kayu, minim toilet dan rumah untuk guru, jarak ke sekolah juga jauh kedalam. kedua, dalam jangka panjang sekolah ini juga rentan dengan aktivitas tambang, sehingga dengan dua pertimbangan itu diskusi Pak Wali Kota dengan yang kami sebut mitra pembangunan ini yaitu pak Harso, orang ini peduli dengan pendidikan all in out saya menyebutnya. Karena diberi tanah oleh beliau dengan ukuran yang sama, bahkan lebih, terus infrastruktur dibangunkan semua,” jelasnya. (As)



