Edukasi Sejarah Lewat Keramik: Museum Mulawarman Gelar Pameran “Warisan Penghubung Peradaban”

Gambar saat ini: Foto: Sejumlah pengunjung melihat koleksi keramik Museum Negeri Mulawarman. Sumber: Istimewa.
Foto: Sejumlah pengunjung melihat koleksi keramik Museum Negeri Mulawarman. Sumber: Istimewa.

Tenggarong, Kaltimedia.com – UPTD Museum Negeri Mulawarman kembali memperkuat perannya sebagai pusat edukasi sejarah di Kalimantan Timur dengan menggelar Pameran Temporer bertajuk “Warisan Penghubung Peradaban”. Pameran yang berlangsung di Gedung A Ruang Aula ini menyoroti kekayaan koleksi keramik peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Humas UPTD Museum Negeri Mulawarman, Mangir Anggoro Titiantoro, mengungkapkan bahwa pameran ini merupakan agenda tahunan yang dirancang khusus oleh tim teknis. Untuk edisi April 2026, tema keramik dipilih untuk memberikan wawasan mendalam kepada masyarakat mengenai fungsi dan nilai sejarah benda tersebut.

“Selain memamerkan koleksi keramik bersejarah, kami juga bekerja sama dengan SMK Negeri 2 Tenggarong. Melalui kolaborasi ini, pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga bisa merasakan pengalaman langsung praktik pembuatan keramik di lokasi pameran,” ujar Mangir, Rabu (22/4/2026) siang.

Senada dengan hal tersebut, Kurator UPTD Museum Negeri Mulawarman, Putu Reza Bimantara, menjelaskan bahwa pameran ini bersifat “temporer” karena hanya berlangsung dalam jangka waktu tertentu, yakni dari tanggal 21 hingga 23 April 2026.

“Kami memiliki banyak koleksi keramik peninggalan Kesultanan yang perlu dikaji dan dipublikasikan kembali. Pameran ini adalah upaya kami untuk mendekatkan warisan tersebut kepada masyarakat luas,” kata Putu.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menyasar pengunjung dari semua kalangan usia. Untuk menarik minat generasi muda, pihak museum juga mengundang sejumlah sekolah untuk berpartisipasi dalam rangkaian acara edukatif.

“Rangkaian kegiatannya cukup beragam, mulai dari edukasi sejarah, workshop pembuatan gerabah, hingga kuis interaktif dengan hadiah (doorprize) menarik bagi peserta. Kami ingin sejarah dipelajari dengan cara yang menyenangkan,” pungkasnya.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum secara gratis atau tanpa dipungut biaya masuk. Melalui ajang ini, Museum Mulawarman berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga dan mencintai warisan budaya bangsa semakin meningkat. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *