
Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com – Sebanyak 3.000 orang di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini tidak buta aksara lagi. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Tauhid Afrilian Noor. Dimana selama tida tahun pihak pemerintah berhasil memberantas buta aksara, dimana Kabupaten Kukar mengalami buta melek huruf secara meningkat.
Hal itu disebabkan adanya para pendatang dari luar Kukar.
“Tantangan yang harus dituntaskan, jika kita tidak mengajari mereka secara rutin dan intens maka akan kembali lagi tidak bis abaca tulis,” katanya, Rabu (29/3/2023) siang.
Kemudian, pihanya juga sedang menyinkronisasi data dari pusat. Dimana pada tahun 2022, ada Batasan kategori buta aksara maksimal di usia 56 tahun, tetapi sekarang di usia 60 tahun.
Dengan begitu, pihaknya membutuhkan cara maupun kiat-kiat yang tetap sasaran dalam mengatasi buta aksara. Seperti yang tengah dilakukan yaitu, memberikan pelatihan bagi para tutor keaksaraan ajar-mengajar.
“Pastinya ini merupakan tangtangan bagi kami, dan tentunya tidak mudah. Perlu metode dan formulasi baru,” pungkasnya. (Ang)





