
Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com – Belasan desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih mengalami rawan pangan, hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar Wiyono. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah harus membenahi akses distribusi ke desa-desa.
“Ada beberapa desa yang masih susah untuk diakses, sehingga pengiriman menjadi terkendala, misalnya di Desa Muara Enggelam,” katanya, Rabu (29/3/2023) siang.
Kemudian, selain akses jalan menuju desa, dirinya juga menjelaskan ada berbagai macam faktor dari tidak adanya lahan pertanian maupun letak geografis yang kurang mendukung.
“Secara geografis bukan area persawahan, kemudian ada yang tidak punya wilayah untuk dibuka persawahan, jadi sampai kapanpun tetap menjadi rawan pangan,” ungkapnya.
Menurut informasi yang dikumpulkan, Kabupaten Kukar sebanyak 19 desa masuk ke dalam kategori rawan pangan. Dalam mengatasi hal tersebut, pemerintah tengah berupaya meningkatkan desa mandiri pangan.
“Dua tahun lalu (2021) ada 20 desa yang masuk kategori itu, dan di tahun berikutnya alhamdulilah satu desa menjadi mandiri pangan. Insyallah tahun ini akan kita tangani lagi,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, pihaknya tidak bisa mengatasi desa rawan pangan dengan sendiri. Butuh lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga pihak-pihak terkait, dalam mendukung program tersebut.
“Kami berharap di Kukar sudah tidak ada lagi desa rawan pangan,” harapnya. (Ang)



