
BALIKPAPAN – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan menggelar pelatihan Pemuda Relawan Fardhu Kifayah, di Aula Disporapar Kota Balikpapan Kalimantan Timur, Kamis (16/2/2023). Pelatihan ini merupakan pelaksanaan pertama, sekaligus pembentukan forum Pemuda Relawan Fardhu Kifayah Kota Balikpapan pada tahun 2023.
Ditandai secara simbolis dengan penyematan kepada dua dari perwakilan peserta, sebagai tanda peserta Pelatihan Pemuda Relawan Fardhu Kifayah. Dalam pelatihan ini, diikuti oleh peserta dari Ikatan Remaja Masjid (Irmas) dengan menggandeng Dewan Masjid Indonesi (DMI) Kota Balikpapan.
Dengan jumlah peserta 50 yakni 25 Perempuan 25 Laki-laki, yang berusia 16 hingga 30 tahun. Maksud dan tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pemuda agar bisa berdaya saing, serta meningkatkan kegiatan kepemudaan dalam sosial kemasyarakatan.
Dengan terus melakukan berbagai terobosan terutama memberikan wawasan beragama, agar menciptakan kerukunan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak mulia, serta menguasai ilmu agama yang salah salah satunya dalam hal Fardhu Kifayah. Dalam hal proses kepengurusan jenazah muslim menurut ajaran agama islam, dengan memandikan jenazah, praktek mengkafani, mensholatkan jenazah sampai dengan proses penguburan jenazah.
“Mudah-mudahan para peserta yang mengikuti ini bisa mendapatkan ilmu, yang nantinya dapat dipraktekan di wilayah tempat tinggal masing-masing,” ujar Sekretaris Disporapar Kota Balikpapan, Abdul Majid, yang dalam hal ini mewakili Kepala Disporapar Kota Balikpapan.
Selain itu, Majid berpesan, agar peserta dapat menyerap serta memposisikan ilmunya, untuk memberikan kontribusi positif dalam menjalankan nilai-nilai agama. Melalui pelatihan ini, Disporapar mempersiapkan kaum pemuda dan pemudi untuk siap menggantikan peran serta para kaum tua dalam hal kepengurusan jenazah.
“Disporapar akan mengawal pemuda untuk berperan serius di lingkungannya, sehingga Kantor Disporapar bisa dijadikan rumah bersama untuk semua Pemuda,” ujarnya.
“Agar menjadi wadah untuk melahirkan generasi muda yang bermanfaat, sekaligus berkoordinasi pada program yang dirancang khususnya dalam bidang fardhu kifayah,” katanya.
Hal ini, sekaligus sebagai wujud sinergi Pemerintah khususnya dalam pembinaan Pemuda di bidang peningkatan iman dan ketaqwaan (imtaq). Majid menegaskan bahwa Pemuda harus bisa mengambil peran di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga tidak menjadi penonton dalam hal kepengurusan jenazah.
“Diharapkan Pemuda dan Pemudi agar mengikuti kegiatan ini dengan serius, semangat, aktif bertanya dalam menggali informasi ilmu tentang mengurus jenazah. Sehingga secara maksimal bisa mendapatkan pengetahuan serta keterampilan, terkait bagaimana cara memandikan, mengkafankan, mensholatkan, serta menguburkan jenazah sesuai dengan syariat islam,” ucapnya. (Pry/adv)





