
Balikpapan, Kaltimedia.com – Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudisia memberikan pujian langsung kepada Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur atas kinerjanya.
DKP3A Kaltim dianggap memiliki hasil kerja yang selaras dengan upaya Ditjen Dukcapil Kemendagri dalam memberikan identitas berupa dokumen kependudukan serta mendata ragam disabilitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di berbagai SLB.
“Pencanangan ini sudah ke-11 kali, dan pemerintah daerah telah mempersiapkan dengan baik, khususnya sekarang di Kota Balikpapan,” ujar Angkie yang juga penyandang disabilitas pengguna alat bantu pendengaran.
Seiring dengan dijalankannya program 3P (Pendataan, Perekaman, dan penerbitan Dokumen Kependudukan), DKP3A kini dengan sukses menyelenggarakan program 3P yang ke-11 di Kota Balikpapan Kamis (11/8/2022) lalu.
“Ini sangat luar biasa upaya Ditjen Dukcapil memastikan inovasi dan transformasi program yang menjamin inklusivitas disabilitas dapat teruwujud serta berjalan dengan lancar,” kata Angkie, Senin (28/11/2022).
Acara ini dibuka oleh Gubernur Kaltim diwakili Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Kaltim H Riza Indra Riadi. Di kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan bahwa gerakan bersama ini sangat penting sebagai bentuk komitmen keberpihakan bersama dalam memberikan dukungan pelayanan serta akses kepada para penyandang disabilitas di Kaltim maupun kabupaten/kota se-Kalimantan.
“Bagi Kaltim sangat sejalan dengan visi pertama Kalimantan Timur Berdaulat 2018-2023, yaitu berdaulat dalam pembangunan SDM yang berakhlak mulia, berdaya saing terutama perempuan pemuda dan penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Di kesempatan lain, Kepala DKP3A Kaltim, Noryani Sorayalita juga mengatakan bahwa selain memberikan hak atas layanan adminduk bagi semua pihak, kegiatan ini juga bertujuan untuk pemutakhiran data masyarakat penyandang disabilitas di sistem informasi administrasi kependudukan.
“Termasuk membangun masyarakat inklusif di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan,” tambah Soraya. (titi)



