Museum Mulawarman Pamerkan Koleksi Naskah Sejarah, dari Silsilah Raja hingga Al-Quran Terkecil di Dunia

Pameran Museum Mulawarman. (titi)

KUTAI KARTANEGARA, Kaltimedia.com – UPT Museum Negeri Mulawarman Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan pameran naskah sejarah, dari Silsilah Raja Kutai, Kitab-kitab, hingga Al-quran terkecil di dunia.

Acara yang diselenggarakan di dua tempat ini diadakan selama enam hari, yaitu di Kota Balikpapan (2 s.d 5 Juni 2022) dan Tenggarong (11 s.d 12 Juni 2022). Sebanyak 15 naskah asli yang berisi tentang Kerajaan Kutai dan Kalimantan Timur ini dipamerkan kepada masyarakat umum.

Ditemui secara langsung, Zularfi selaku Kasi Konservasi dan Preparasi mengatakan kepada awak media, adapun pameran naskah yang ditampilkan bertujuan untuk memberikan informasi mengenai sejarah.

Al-Quran terkecil di dunia yang dipamerkan oleh Museum Mulawarman. (titi)

“Tentunya banyak hal-hal yang bisa kita pelajari. Dan kalau orang berkata, sumber dari sejarah itu adalah naskah. Semakin kita menemukan naskah-naskah kuno, maka kita bisa menggali sejarah secara otentik,” katanya, Minggu (12/6/2022) siang.

Lebih lanjut dirinya berharap, adanya kegiatan pameran naskah seperti ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat umum. Dan menjadikan museum sebagai pusat informasi, pendidikan dan rekreasi.

“Harapan kita bisa memberikan manfaat bagi anak-anak sekolah, karena koleksi yang dipamerkan adalah naskah. Dan tupoksi dari museum salah satunya sebagai pusat informasi dan pendidikan,” harapnya.

Di tempat yang sama, Alif yang merupakan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tenggarong merasa sangat senang mengajak para peserta didiknya mendatangi pameran naskah yang diselenggarakan oleh pihak museum.

Dirinya menjelaskan, pentingnya pengenalan sejarah melalaui naskah kuno kepada siswa/siswi menambah pengetahuan mereka terhadap sejarah. Khsususnya sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara.

“Saya sangat mendukung sekali program yang seperti ini, jadi sebagai kaum muda nanti. Ke depan bisa mengenalkan sejarah di daerah kita sendiri, saya harap bisa dilanjutkan kembali,” tutupnya. (titi)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *