
SAMARINDA – Badan Eksekutif Mahasisiwa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Widya GamaMahakam Samarinda melakukan sebuah seminar bertemakan “Bagaimana Persiapan Pangan Kota di Samarinda Sebagai Kota Penyangga İbu Kota Negara” pada Senin (25/4/2022).
Kegiatan yang berlangsung di kampus Universitas Widyagama Mahakam Samarinda Gedung Serbaguna itu juga diselingi kegiatan buka puasa bersama.
Hadir sebagai narasumber yaitu, Rustam Baroq Noor selaku Dosen Fakultas pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kota Samarinda, Badri, serta anggota DPRD Samarinda Komisi lV Maswedi.
Anggota DPRD Kota Samarinda Maswedi mengatakan bahwa kehadiran IKN di Kaltim, Samarinda sebagai kota penyangga juga harus mempersiapkan dari kesiapan pangan karena nantinya kurang lebih jutaan penduduk yang di luar Kalimantan akan masuk.
“Sehingga pangan itu harus dipersiapkan tentunya dari awal” seru Maswedi.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan Kota Samarinda saat ini tengah melakukan peningkatan produktifitas tanaman pangan dan Hortikultura di Kota Samarinda.
“maka penting adanya penggunaan benih unggul bermutu, pemupukan berimbang, pengendalian OPT dan tataguna air serta pendampingan Penyuluh Pertanian dan POPT. Untuk menjadikan sektor pertanian kita menjadi modern dan tangguh maka dibutuhkan petani-petani muda yang mudah menyerap teknologi inovasi pertanian,” jelas Badri.
Sementara itu ditambahkan Rustam Baroq Noor selaku Dosen Fakultas pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda menjelaskan bahwa lahan di Kota Samarinda yang dimiliki oleh para petani bisa dibilang sangat minim.
“Kalau kita lihat secara historisnya juga bahwa kota Samarinda adalah yg lebih di kenal dengan kota pedagang, terlepas dari itu semua kalau berbicara secara keseluruhan (se-Kaltim) untuk menjadi lumbung pangan penyangga IKN sangat mungkin sekali kenapa? Karna banyak daerah di kaltim yg memiliki lahan yg begitu luas dengan penghasilan utamanya di masing-masing daerah. Saya rasa salah satu gebrakan yang perlu kita lakukan adalah yaitu meningkatkan produktivitas dari pangan itu sendri,” jelasnya.
Diakhir, Edison Raja, Ketau BEM Fakultas pertanian UWGM mengatakan perpindahan IKN haruslah diimbangi dengan kesiapan pangan baik di Kaltim dan Kota Samarinda itu sendiri. Karenanya kegiatan itu digagas berdasarkan pertanyaan yang muncul dari masyarakat.
“Dengan perpindahan IKN ke wilayah Kaltim ini tentunya banyak orang luar dari pulau Kalimantan akan masuk, terkhusus ke kota Samarinda. Seminar ini kami buat karena berbagai pertanyaan dari kawan-kawan dan kemudian kami inisiasi, semoga seminar ini bisa memberikan dampak positif dalamnpengembangan IKN kedepan,” serunya.



