
Paser, Kaltimedia.com – Pemerintah Kabupaten Paser resmi meluncurkan logo dan maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII Tahun 2026. Peluncuran ini menandai kesiapan Paser sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar di Benua Etam tersebut.
Logo Porprov Kaltim VIII/2026 merupakan hasil karya Alfian Syakal, kreator lokal yang terpilih melalui sayembara desain yang digelar Pemkab Paser. Desain tersebut mengusung kekayaan lokal Paser yang dikemas dalam visual modern dan sarat makna.
Secara filosofi, logo Porprov terinspirasi dari burung Tiong, satwa khas Paser yang tergambar melalui siluet kepala, sayap, dan ekor. Bentuk keseluruhan logo juga merepresentasikan angka delapan sebagai penanda edisi Porprov ke-8 yang akan digelar pada 2026.
Motif ulir khas Kalimantan pada bagian sayap memperkuat identitas Pulau Kalimantan, sementara tiga lingkaran di dalam logo melambangkan persatuan dan kebersamaan para atlet dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Adapun elemen api pada ekor burung Tiong merepresentasikan semangat juang dan sportivitas atlet dalam bertanding.
Selain logo, maskot Porprov Kaltim VIII/2026 yang diberi nama “Si Taka” juga diperkenalkan ke publik. Maskot ini mengambil wujud burung Tiong yang dikenal sebagai satwa cerdas dengan kemampuan menirukan berbagai suara, menjadikannya simbol keunikan dan daya tarik Paser.
Burung Tiong sendiri saat ini termasuk satwa yang populasinya kian menurun dan dilindungi. Penggunaan ikon ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian fauna endemik daerah.
Si Taka tampil mengenakan Upak Pontun, pakaian adat suku Paser yang terbuat dari kulit kayu. Busana tradisional ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Paser dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan, sekaligus menjadi simbol identitas budaya Kalimantan Timur.
Peluncuran logo dan maskot ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan Porprov Kaltim VIII/2026, sekaligus wujud komitmen Kabupaten Paser untuk menyelenggarakan ajang olahraga yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menjunjung tinggi nilai budaya dan lokalitas daerah. (Dy)
Editor: Ang



