
SAMARINDA – Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) VI Kerukunan Warga Kalimantan Timur Asal Buton Laporo (KWKT ABL), turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun di Hotel MJ, Rabu (26/05/2021) siang.
Pada kesempatan dalam sambutannya, orang nomor satu di Kota Tepian itu mengatakan setiap ada persoalan yang dapat memicu konflik di masyarakat selama ini dapat diredam dan diselesaikan dengan cara yang baik.
Karena menurutnya semua itu berkat kerjasama serta koordinasi yang baik antara pemerintah, aparat, Ormas, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OK), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga paguyuban yang ada di Kota Samarinda.
“Acara musyawarah pada hari ini merupakan jembatan silaturahmi yang berfungsi sebagai perekat persatuan dan kesatuan di tengah heterogen kehidupan sosial kota. Saya berharap kita bisa meneruskan tradisi ada istiadat sesuai visi mengembangkan seni budaya di wilayah Kota Samarinda,” kata Andi Harun.
Lebih lanjut Andi Harun meminta agar jajaran keluarga besar Buton yang menetap dan telah menjadi warga Samarinda untuk dapat berpartisipasi aktif menjaga Kota Samarinda agar tetap kondusif dan nyaman demi mendukung perwujudan Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban.
“Semoga melalui peran serta warga asal Buton Laporo dan dengan dilandasi semangat kebersamaan, pembangunan Kota Samarinda ke depan akan menjadi lebih baik, sesuai dengan apa yang kita inginkan bersama. Saya yakin organisasi yang berakar dari beragam suku adalah aset dan potensi sekaligus jembatan bagi pemerintah dalam melakukan pembinaan dan pembangunan di tengah kehidupan masyarakat secara menyeluruh,” ucapnya.
Ia bersama Wakil Wali Kota Rusmadi dan segenap jajaran Pemkot Samarinda berkomitmen kuat untuk membawa Samarinda menjadi Kota Pusat Peradaban, di mana dalam prosesnya dikatakan Andi Harun, sangat dibutuhkan dukungan dan komitmen yang kuat dari semua organisasi di Kota Samarinda.
Apalagi menginat konteks pembangunan yang berhasil tidak hanya dilakukan oleh pemerintahnya, tetapi juga harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia juga mengingatkan untuk tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dalam melaksanakan semua kegiatan.
Andi Harun mengungkapkan kondisi Kota Samarinda saat ini berdasarkan infografis Dinas Kesehatan, telah berubah warna arsiran menjadi hijau. Tetapi ia terus mengimbau untuk tetap disiplin dan berkomitmen dalam menerapkan protokol kesehatan di manapun berada.
Karena menurut Andi sendiri, apabila pemerintah menutup seluruh kegiatan ekonomi, maka angka penyebaran Covid-19 dapat menurun, tetapi kehidupan ekonomi anjlok. Sebaliknya apabila kegiatan ekonomi dibuka seperti keadaan normal, maka denyut perekonomian bisa menjadi stabil tetapi arsiran peta kota menjadi merah kembali.
“Ini menjadi dilema yang dihadapi pemerintah. Jalan keluarnya ialah penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal. Pengertian ini terlihat sederhana dan mudah, namun dalam pelaksanaannya dibutuhkan kesadaran yang sangat tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali keterlibatan KWKT ABL untuk terus kampanyekan pentingnya menjaga protokol kesehatan Covid-19,” tandasnya. (hms)
Editor: (dy)





