Lampu Hijau Hibah Lahan Kampus Untag dari Pemprov Kaltim

Gubernur Kaltim Isran Noor bersama Ketua Yayasan Untag Dayang Donna Faroek. (pry)

Samarinda – Rektor dan pejabat struktural Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda dilantik pada Kamis (18/03/2021). Kegiatan tersebut berlangsung di auditorium H.M. Ardans.

Rektor yang dilantik ialah Marjoni Rachman yang juga merupakan rektor sebelumnya. Ini merupakan periode keduanya.

Pelantikan dipimpin langsung oleh ketua yayasan 17 Agustus 1945, Dayang Donna Faroek yang membacakan sumpah kepada Rektor Untag tersebut.

Usai melantik, Donna Faroek berharap agar Marjoni Rachman dapat memimpin kampus dengan sebaik-baiknya.

“Saya harapkan dapat melakukan tugas sebaik-baiknya,” ucapnya.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut Gubernur Kaltim, Isran Noor. Isran pun mengatakan harapannya terhadap rektor yang baru saja dilantik.

Menurutnya rektor yang baru dilantik bisa terus mengembangkan Untag dan tidak pesimistis meski berstatus kampus swasta.

“Saya berharap kepada Untag untuk terus berupaya meningkatkan kualitas dan berupaya meningkatkan akreditasi, jangan rasa rendah diri,” ungkapnya.

Isran juga sempat menyinggung terkait status lahan kampus Untag. Wacana terkait penghibahan lahan dari Pemprov Kaltim ke pihak yayasan juga direspon oleh Isran.

Jelasnya, pihaknya saat ini masih menunggu beberapa persyaratan lain yang harus diselesaikan oleh pihak yayasan. Sebab lahan yang dipakai sebagai kampus di Jalan Juanda itu merupakan aset Pemprov Kaltim.

Lahan yang dihibahkan untuk Untag adalah sekitar 1 Hektar.

“Ini sudah lama pengajuannya. Tinggal menunggu beberapa persyaratan lainnya,” serunya.

Ketua umum yayasan 17 Agustus 1945 Dayang Donna Faroek pun menyambut baik lampu hijau dari Pemprov Kaltim tersebut. Memang diakuinya yayasan sebelumnya telah mengajukan permintaan hibah.

Berdasarkan perintah Gubernur secara tidak langsung, lahan seluas 1 Hektar itu sudah dimiliki yayasan. Hanya saja Gubernur meminta agar pihak yayasan segera menyelesaikan administrasi yang ada.

“Tahapan tinggal sedikit lagi karena momennya juga sudah agak sedikit lama makanya Pak Gubernur meminta kami, ya sudahlah langsung saja dulu kekurangannya menunggu. Tinggal dua langkah lagi. Kalau survei segala macam sudah selesai,” jelasnya.

Setelah semua itu selesai dan sah secara administratif, pihak yayasan telah memiliki rancangan baru untuk merestrukturisasi pembangunan Kampus. Bahkan rencananya pihak kampus dan yayasan memiliki rancangan untuk merubah bangunan kampus Untag kedepannya.

“Insyaallah doakan seluruhnya kita restrukturisasi dengan konsep lebih millennial lebih modern,” katanya. (pry)

Editor: (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *