
SAMARINDA – Kisruh perebutan Partai Demokrat masih bergulir, antara kubu asli Demokrat yang diketuai AHY dengan kubu Demokrat KLB yang diketuai Moeldoko. Bahkan tiap daerah kian bersuara dan mempertegas arah dukungan yang menyatakan masih solid mendukung AHY sebagai Ketua Umum.
Tidak terkecuali ketua DPD Demokrat Kaltim, Syaharie Jaang, Selasa (9/3/2021) yang mengatakan dengan tegas pihaknya akan terus mengkawal dan mendukung AHY sebagai Ketua umum. Namun begitu, sempat terdengar kabar 7 kader Demokrat Kaltim yang mendatangi KLB beberapa waktu lalu di Sumut itu.
Terkait hal itu, Jaang pun masih mencari tahu ketujuh orang anggota Demokrat Kaltim yang ikut KLB. Menurutnya hal tersebut sudah melanggar aturan Partai.
Jaang pun mengatakan akan bertindak tegas kepada mereka dan perwakilan DPD Demokrat akan melaporkan hal tersebut ke Polda Kaltim. Bukan tanpa sebab, karena ketujuh orang tersebut jika benar adanya disinyalir menggunakan tanda tangan palsu mengatasnamakan dirinya agar bisa mengikuti KLB tersebut.
“Kalau tujuh orang ketemu, kalau memalsukan identitas akan diproses ke pihak berwajib. Itu masuk sanksi hukum namanya, memalsukan. Secara pribadi mungkin kenal, tapi kan kalau organisasi tidak bisa. Tidak bisa dipelihara (orang-orang seperti itu). Kalau ketemu langsung dilaporkan,” serunya.
Tambahnya, dia turut mempertanyakan motif Moeldoko yang menggoyang posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum DPP Demokrat itu. Jaang pun kembali mempertegas bahwa DPD Demokrat Kaltim akan menunjukan loyalitasnya kepada AHY.
“Bentuk loyalitas saya sebagai ketua DPD. Kami juga punya moral dan etika politik, beliau terpilih aklamasi. Termasuk saya memilih beliau (AHY),” ucap mantan Walikota Samarinda ini.
Jelasnya, saat pemilihan AHY saat kongres tahun lalu. Ia bersama 10 DPC di Kalimantan Timur memilih AHY sebagai Ketum periode 2020-2025, tanpa sendikitpun paksaan.
“Kita bertanggung jawab memilih waktu itu. Kaltim kan kemarin 10 DPC, mendukung AHY tanpa dipaksa,” katanya. (ar)



