
BALIKPAPAN – Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora kota) dan Pariwisata (DPOP kota), Selasa (12/01/2021) lalu disambangi oleh Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Balikpapan. Dimana agenda tersebut merupakan suatu kegiatam untuk mempererat tali silahturahmi.
Selain itu juga, Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan H. Haris mengatakan kunjungan ini juga diagendakan sekaligus untuk meninjau langsung kondisi kantor-kantor dinas. Dalam kunjungannya, Komisi II mendapat sambutan langsung oleh Kepada DPOP Kota Balikpapan Dortje Marpaung dan Kabid Pariwisata Irma Nurmayanti.
“Kami hanya berkunjung, artinya kami ingin tahun bagaimana keadaan kantor di sana. Kali saja nanti pada saat kami ingin rapat bisa kami yang datang ke sini,” ucapnya.
Selama ini, pihaknya selalu memanggil dinas terkait yang ingin mengadakan rapat dengan DPRD. Namun kali ini, pihaknya ingin kedepannya bisa rapat bersama di kantor dinas tersebut.
Melihat kantornya kedatangan tamu penting, Kepala DPOP Kota Balikpapan Dorje Marpaung, mengatakan kedatangannya dari DPRD Balikpapan ini merupakan kesebuah kehormatan baginya. Bahkan selama ini, pihaknya yang datang ke kantor dewan saat ada agenda rapat bersama.
“Surprise ya. Sesuai yang disampaikan oleh Ketua Komisi II, rombongan ingin silahturahmi, saling berbalas,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dorje mengaku sempat kaget dengan adanya kunjungan ini, karena pihaknya baru saja melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II, terkait evaluasi di tahun 2020 serta bagaimana rancangan rencana di tahun 2021.
“Minggu lalu kami RDP. Itu sudah kita bahas, memang belum sampai ke PAD-nya. Tadi saya sampai siapkan mungkin akan melihat spot-spot wisata dan potensi PAD-nya. Ternyata tak sempat dan hanya kunjungan saja,” ujarnya.
Dari sudut perencanaan pariwisata sendiri, Dorje menjelaskan, ada banyak yang perlu dibenahi. Mengingat sebelumnya ia pernah menyampaikan hal tersebut saat RDP kemarin, soal perlu adanya perencanaan kedepan saat IKN mulai berbenah di sini.
“IKN ini, ‘kan tinggal satu langkah lagi. Nah itu perlu perencanaan pariwisata yang mengandung didalamnya menyambut IKN. Menyusun masterplan seperti itu kan kerjaan besar. Nah itu bisa nanti di Perda-kan semacam review rencana induk yang sekarang,” jelasnya.
Untuk kedepannya, Komisi II berharap, meski saat ini masih bekerja di tengah pandemi Covid-19, target yang diberikan oleh pariwisata bisa tercapai. Karena melihat beberapa waktu terakhir ini, pariwisata selalu membuka dan menutup tempat wisata mereka dampak dari virus asal Wuhan itu.
“Kami lihat dulu. Karena ini masih triwulan pertama,” ungkap Haris. (ar)
Editor: (dy)





