Tekanan Darah Jadi Salah Satu Acuan Sebelum Vaksin

Ketua IDI Kaltim Nathaniel Tandirogang menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19. (pry)

SAMARINDA – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Timur Nathaniel Tandirogang bersama 10 pejabat dan tokoh di Pemprov Kaltim sudah melakukan vaksinisasi yang dilakukan pada, Kamis (14/01/2021).

Setelah di vaksin, Nathaniel menceritakan persyaratan apa yang harus diperbolehkan untuk vaksinasi. Salah satunya ialah tekanan darah harus normal. Ia pun mengatakan batas maksimal tekanan darah yaitu 140/90mmhg.

“Tekanan syarat di bawah 140 (140/90mmhg), yang boleh terima vaksin, klo tekan darah normal 120-140 mmhg karena pelaksanaan vaksin ini batas maksimal 59 tahun, saya 130,” ucapnya.

Menurut Ketua IDI kaltim, vaksin yang diberikan tersebut tidak ada efek samping yang berbahaya jika divaksin dalam keadaan tekanan darah tinggi. Namun efek nyeri setelah diauntik lebih lama. Untuk Komorbid atau penyakit bawaan tidak diperbolehkan, karena penyakit komorbid tidak memiliki kemampuan antibodi seperti orang sehat pada umumnya.

“Penyintas covid dasarnya juga demikian, itu juga diukur kadar anti bodinya. Dia dapat vaksin alami, nanti dibuatkan lagi. Seberapa lama bertahan,” terangnya.

Lebih lanjut sebelum divaksin, dirinya harus mengusi formulir terlebih dahulu, kemudian melakukan skrining kesehatan oleh tenaga kesehatan dari RS AW Sjahranie. Setelah itu ia duduk di sebelah Vaksinator Dr. Yuli Amalia Sari untuk kemudian disuntik vaksin Sinovac. (pry)

Editor: (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *