
BALIKPAPAN – Vaksin Covid-19 Sinovac yang berasal dari Tiongkok telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) lalu. Sebelum penyuntikan vaksin dilakukan, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai kehalalannya.
Wali Kota Blikpapan Rizal Effendi mengatakan Menurutnya tahapan uji BPOM dan sertifikasi dari MUI harus dilalui sebelum vaksin didistribusikan.
“Vaksin masin menunggu BPOM dan sertifikasi dari MUI. Sudah dijelaskan oleh Bapak Presiden. Jadi kita tunggu dulu masih ada beberapa tahapan yang harus diselesaikan,” ungkapnya.
Dalam penyuntikan vaksin nanti juga ada skala prioritas. Terlebih, jumlah vaksin yang datang jumlahnya terbatas.
“Masih akan diverifikasi jumlah yang akan menerima vaksin. Karena itu kan masih terbatas hanya 1,2 juta,” serunya.
Rizal memastikan hanya 30 persen yang mendapatkan vaksin gratis dan sekitar 70 persen mandiri.
“Tapi kita tunggu dulu kepastiannya,” ucapnya. (pcm)





