
SAMARINDA – Diketahui kini telah beredar bocoran hasil survei Pusat Studi, Demokrasi dan HAM (Pusdeham) dari warganet melalui media sosial. Dimana lembaga riset politik pimpinan Prof. M. Asfar, menempatkan Paslon No urut 2 Andi Harun – Rusmadi, unggulu paslon lainnya pada Pilkada Samarinda
Dari hasil survei Pusdeham, menunjukkan tingkat keterpilihan (elektablitas) Andi Harun-Rusmadi idalah 50,3 persen. Sedangkan untuk Barkati-Darlis adalah 23,7 persen dan Zairin Zain-Sarwono adalah 21.3 persen serta yang belum menentukan pilihan (undecided voters) adalah 4,7 persen.
Dari data temuan survei Pusdeham pada 16-26 November 2020 dengan jumlah 1000 responden pada tingkat margin of error 3 persen menggunakan metodologi sampel acak bertahap, Paslon No. 2 Andi Harun – Rusmadi unggul di semua kecataman Kota Samarinda. Sedangkan pemilih yang belum menentukan pilihan tinggal tersisa 4,7 persen. Artinya 95,3 persen pemilih warga kota Samarinda sudah menentukan pilihan, sehingga semua lembaga survei memprediksi Andi Harun-Rusmadi dapat memenangkan Pilkada Samarinda, pada 9 Desember 2020 nanti.
Sementara itu saat mendengar kabar tersebut, Ketua Badan Pemenangan Andi Harun-Rusmadi, Helmi Abdullah mengucapkan sangat berterimakasih kepada masyarakat Samarinda.
“Loh kok bisa kalian tahu itu untuk internal kami. Tapi memang benar hasil survei tersebut dan alhamdulillah mayoritas warga kota Samarinda percaya dan menerima visi misi dab program Paslon No. 2 sehingga memilih bapak Dr. H. Andi Harun-Dr. H. Rusmadi,” ucapnya.
Lebih lanjut dirinya juga menambahkan bahwa semua Parpol, tim, relawan, dan pendukung memang selama ini sudah bekerja dengan ikhlas, maksimal, dan massif untuk pemenangan Pilkada Samarinda.
Sedangkan saat dikonfirmasi dari calon Walikota Samarinda, Andi Harun menanggapi soal berita ini hanya menjawab singkat saja.
“Doakan saja ya, semoga Pilkada Samarinda menjadi Pilkada yang menghasilkan kebaikan dan berkah untuk semua” ucap Andi Harun.
Sementara itu juga sari paslon No urut 1 Barkati dan Darlis Pattalongi tidak menganggap pusing hasil survei tersebut. Bahkan Wakil Ketua Tim pemenangan Badar, Hendra mengatakan survei bukanlah hasil utama. Dirinya pun nuga berkaca saat pilgub tahun 2018 silam. Hal tersebut terlihat elektabilitas Isran Noor dan Hadi Mulyadi waktu itu cukup rendah ketimbang pasangan Syaharie Jaang-Awang Ferdu maupun Rusmadi-Safaruddin.
“Yang jelas kita berusaha maksimal dan hasil akhir yang menentukan. Kita semua serahkan pada masyarakat Samarinda untuk cerdas memilih Samarinda,” tutur Hendra.
Sementara ketua Tim Pemenangan Zairin-Sarwono tetap optimis pihaknya mampu untuk memenangkan pilkada Samarinda nanti. Menurutnya hasil survei itu bukanlah menjadi patokan atau syarat utama untuk memenangkan kompetisi lima tahun sekali tersebut.
“Sesuatu yang tidak menjadi syarat memenangkan. Kami menyandarkan semua urusan. Kami ihtiar usaha yang sudah setahun kami lakukan oleh paslon maupun tiim sendiri, itulah usaha yang kita sandarkan kepada Allah SWT. Selalu berpikir positif,” ucap Mursyid Abdurasyid. (pry)
Editor: (dy)





