Akibat Covid, Kaltim Kehilangan Investor

ilustrasi inflasi.

SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur kehilangan investor karena Covid-19 yang melanda. Sehingga Asisten Perekononian dan Pembangunan Setdaprov Kaltim Abu Helmi mengatakan karena hal tersebut membuat investor tidak berani berinvestasi di Bumi Etam yang mengakibatkan inflasi.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, telah mencatat Kaltim mengalami deflasi sepanjang bulan Agustus sebesar 0,17 persen. Jika dilihat secara pertahun, inflasi di Kaltim mencatat 0,62 persen dan secara tahun kalender sebesar 0,75 persen.

“Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh tiga kelompok pengeluaran. Yakni kelompok makanan minuman dan tembakau sebesar 0,99 persen diikuti kelompok transportasi sebesar -0,45 persen dan kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,02 persen,” ucap Abu Helmi.

Lebih lanjut, ada juga beberapa kelompok lainnya yang menunjukkan peningkatan indeks yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,21 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,20 persen, serta kelompok lengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,18 persen.

“Sementara kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen, kelompok rekreasi olahraga dan budaya sebesar 0,07 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 0,06 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen,” tuturnya.

Abu Helmi kembali menambahkan, Pememerintah Provinsi mengharapkan komitmen untuk menjaga ekonomi antara pusat dan daerah, dengan harus terus terjaga untuk stabilitas harga sebagai pondasi pemulihan ekonomi, serta mengupayakan transformasi digital dalam menghadapi era industri 4.0.

“Kabupaten dan kota agar mendistribusikan anggaran sehingga terserap secepat mungkin, agar perputaran perekonomian di masyarakat tetap berjalan di masa pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya. (hms)

Editor: (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *