Balita 2 Tahun Tewas Ditusuk di Bekasi, Polisi Duga Pelaku Pamannya Sendiri

Gambar saat ini: Foto: Ilustrasi seorang bayi. Sumber: istimewa.
Foto: Ilustrasi seorang bayi. Sumber: istimewa.

Bekasi, Kaltimedia.com – Seorang balita berinisial MAJ (2) ditemukan tewas mengenaskan di sebuah rumah kontrakan di kawasan Omah Seruni 99, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Bekasi, Rabu (27/5) malam.

Korban ditemukan tergeletak di ruang tamu dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya. Di lokasi yang sama, pamannya berinisial G juga ditemukan bersimbah darah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh M (60), nenek korban sekaligus ibu dari G, saat pulang berdagang sekitar pukul 22.00 WIB.

Ketua RT 02 setempat, Taufik Hidayat, mengatakan kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan.

“Korban anak balita itu memang sudah ketusuk sampai ususnya keluar. Dan juga si laki-laki itu lehernya,” ujar Taufik, Kamis (28/5).

Menurut Taufik, sebelum kejadian warga sempat mendengar suara teriakan dan tangisan dari dalam kontrakan. Saat warga mendatangi lokasi, kedua korban sudah tergeletak di ruang tamu.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan dua pisau dapur berlumuran darah di lokasi.

MAJ dinyatakan meninggal dunia di tempat, sedangkan G sempat dilarikan ke RSUD Jatisampurna untuk mendapat penanganan medis.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah kepada G sebagai pelaku pembunuhan.

“Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku mengarah kepada salah satu korban yang masih hidup yakni G,” kata Andi.

Polisi menduga balita tersebut dihabisi menggunakan pisau dapur yang ditemukan berada dalam genggaman G.

Selain mengalami luka tusuk di bagian depan dan belakang tubuh, korban juga ditemukan dengan luka sobek di beberapa bagian tubuh.

“Korban tewas sangat mengenaskan. Ada beberapa luka sobek di pipinya, bahkan di selangkangannya juga,” ujarnya.

Kontrakan tersebut diketahui dihuni oleh tiga orang, yakni nenek korban, G, dan balita MAJ. Sementara kedua orang tua korban sedang berada di Yogyakarta.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkap G disebut rutin berkonsultasi dengan psikiater dan mengonsumsi obat penenang. Meski demikian, penyidik belum menyimpulkan adanya gangguan kejiwaan dan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami menunggu kondisi yang bersangkutan stabil untuk dilakukan pemeriksaan mendalam,” kata Andi.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan dan garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *