Aksi “Rakyat Kaltim 21 April” di DPRD Kaltim, Massa Desak Audit Anggaran hingga Hentikan KKN

Gambar saat ini: Foto: Massa aksi yang menuju ke depan Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar. Sumber: Rfh.
Foto: Massa aksi yang menuju ke depan Gedung DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar. Sumber: Rfh.

Samarinda, Kaltimedia.com – Gelombang aksi unjuk rasa mewarnai depan Kantor DPRD Kalimantan Timur di Samarinda, Selasa (21/4/2026). Massa yang terdiri dari mahasiswa dan berbagai organisasi masyarakat mulai memadati kawasan Jalan Teuku Umar sejak pagi hari untuk menyampaikan aspirasi.

Aksi yang mengusung tajuk “Rakyat Kaltim 21 April” berlangsung di depan DPRD Kalimantan Timur dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Barikade kawat berduri dipasang di pintu gerbang gedung sebagai langkah antisipasi.

Dalam dinamika aksi, sebagian peserta terlihat melumuri pagar dengan oli sebagai simbol protes. Sementara itu, pengamanan juga diperluas ke sejumlah titik, termasuk kawasan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kantor gubernur hingga rumah jabatan turut dipasangi barikade dan dijaga aparat.

Aksi diawali dengan orasi dari Forum Peduli Penyandang dan Atlet Disabilitas yang menyoroti sejumlah isu, seperti penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dan akses ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas.

Selanjutnya, perwakilan organisasi masyarakat Dayak Paser dari Penajam Paser Utara turut menyampaikan aspirasi terkait kondisi sosial dan kebijakan daerah.

Di tengah aksi, terjadi momen simbolis ketika sejumlah mahasiswa memanjat papan reklame yang menampilkan foto pimpinan dan anggota DPRD. Gambar tersebut diturunkan dan diganti dengan spanduk berisi tuntutan massa.

Tiga tuntutan utama disuarakan dalam aksi ini, yakni mendesak audit menyeluruh terhadap kebijakan anggaran pemerintah daerah, menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta mendorong DPRD Kaltim menjalankan fungsi pengawasan secara optimal.

Barisan terdepan aksi diisi oleh kelompok disabilitas yang berhadapan langsung dengan aparat keamanan, diikuti oleh massa dari organisasi masyarakat dan mahasiswa. Meski berlangsung dengan intensitas tinggi, aksi tetap terkendali di bawah pengawasan petugas. (Rfh)
Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *