
KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kembali mengagendakan pelaksanaan Job Fair 2026 sebagai langkah konkret dalam memperluas akses kerja bagi masyarakat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, dengan melibatkan berbagai perusahaan dari beragam sektor usaha.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Balikpapan, Adamin Siregar, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah memperkuat koordinasi dengan sejumlah perusahaan guna meningkatkan jumlah lowongan yang tersedia. Upaya tersebut dilakukan agar job fair tahun ini mampu menjangkau lebih banyak pencari kerja.
“Pelaksanaan job fair akan dipusatkan di Dome Balikpapan. Saat ini kami masih dalam tahap koordinasi dan konsultasi dengan sejumlah perusahaan, agar peluang kerja yang dibuka bisa lebih banyak dan beragam,” ujarnya pada Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan, masyarakat yang berminat mengikuti kegiatan tersebut diwajibkan terlebih dahulu mengurus kartu pencari kerja atau AK-1 di Disnaker. Hal ini penting untuk memastikan data pencari kerja tercatat secara resmi dalam sistem ketenagakerjaan, sekaligus mempermudah proses penyaluran tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan.
Lebih lanjut, Adamin menjelaskan bahwa secara ideal job fair dapat dilaksanakan hingga dua kali dalam setahun. Namun, pada tahun 2026, kegiatan tersebut direncanakan hanya digelar satu kali. Kendati demikian, akses informasi lowongan kerja tetap dibuka secara luas melalui media sosial resmi Disnaker yang diperbarui secara berkala setiap minggu.
Berdasarkan data Disnaker Balikpapan, jumlah angkatan kerja pada 2025 mencapai 362.815 orang. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka menunjukkan tren penurunan, dari 6,22 persen menjadi 5,94 persen atau sekitar 22.351 orang. Capaian ini menjadi indikator positif, meskipun tantangan dalam penyerapan tenaga kerja masih perlu dioptimalkan.
Pada tahun sebelumnya, tercatat sebanyak 5.931 pencari kerja terdaftar di Disnaker, dengan total lowongan mencapai 4.762 posisi. Namun, hanya 2.215 tenaga kerja yang berhasil terserap, sementara 3.716 lainnya belum mendapatkan pekerjaan.
“Mayoritas lowongan yang tersedia berada di sektor pemasaran seperti sales atau marketing. Bidang ini cenderung kurang diminati oleh para pencari kerja,” jelasnya.
Selain faktor minat, keterbatasan pengalaman kerja dan minimnya sertifikasi keterampilan juga menjadi kendala utama. Di samping itu, ketidaksesuaian tingkat pendidikan turut memengaruhi peluang kerja.
“Contohnya pada sektor kesehatan, perusahaan umumnya mensyaratkan lulusan minimal diploma, seperti D1, D2, atau D3. Sementara masih banyak pencari kerja yang berlatar belakang pendidikan SMK, sehingga belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan,” tambah Adamin.
Ia juga menyebutkan bahwa jumlah perusahaan di Balikpapan tergolong besar, mencapai sekitar 6.789 perusahaan, mulai dari skala mikro hingga perusahaan besar. Meski demikian, Disnaker lebih memfokuskan penyaluran tenaga kerja pada sektor formal.
Dalam satu kali pelaksanaan job fair, jumlah lowongan yang tersedia bahkan dapat mencapai sekitar 1.200 posisi. Namun, tingkat keberhasilan penyerapan tenaga kerja tetap sangat bergantung pada kesesuaian antara kompetensi, minat, serta latar belakang pendidikan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)



