Jadi 15 Desa Wisata Terbaik, Taman Wisata Pringgondani Siap Tembus Lima Besar Nasional Ajang Wonderful Indonesia Awards Sub Bidang Destinasi 2025

Desa Wisata Pringgondani Kota Balikpapan.

KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Sejak resmi dibentuk sebagai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada tahun 2023, Taman Wisata Pringgondani terus menunjukkan transformasi yang mengesankan. Dari kawasan yang dulunya hanya merupakan inisiatif warga, Pringgondani kini berkembang menjadi desa wisata berpredikat maju dan tengah mempersiapkan diri menuju status mandiri.

Terletak di Jalan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, destinasi ini kini menjadi salah satu ikon wisata baru di Kota Balikpapan yang tumbuh berkat semangat gotong royong masyarakat setempat dan pembinaan berkelanjutan dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma, menyampaikan bahwa konsistensi pembinaan menjadi faktor utama keberhasilan pengembangan Pringgondani hingga seperti sekarang. Ia menyebut, desa wisata ini bahkan berhasil menembus 15 besar Desa Wisata Terbaik dalam ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) Sub Bidang Destinasi 2025, setelah sebelumnya sempat berada di peringkat 60 besar, kemudian naik ke 30 besar.

“Pringgondani ini awalnya masuk 60 besar, lalu meningkat ke 30 besar, dan sekarang sudah menembus 15 besar nasional. Kami tengah menunggu kunjungan tim penilai dari Kementerian Pariwisata yang dijadwalkan datang pada November untuk menentukan posisi lima besar,” ujar Ratih.

Menjelang penilaian, Disparpora terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap berbagai aspek, mulai dari kesiapan atraksi wisata, pengelolaan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat. Ratih menegaskan, seluruh elemen pengelolaan desa wisata harus memenuhi standar nasional, termasuk dalam pengawasan pencemaran lingkungan akibat aktivitas UMKM di sekitar kawasan.

Menurutnya, pembinaan ini juga dilakukan untuk memastikan terpenuhinya seluruh indikator utama dalam penilaian WIA, meliputi Daya Tarik Wisata, Amenitas, Digitalisasi, Kelembagaan dan SDM, serta Resiliensi. “Semua indikator itu sebenarnya sudah terpenuhi, namun kami ingin terus memperbaikinya agar hasilnya semakin optimal,” tambahnya.

Ratih juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperluas promosi wisata. Disparpora, katanya, telah mengajak Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan serta pihak perhotelan untuk bersinergi dalam kegiatan promosi, terutama di akhir pekan ketika kunjungan wisatawan meningkat.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Pringgondani, Surata, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah pembenahan infrastruktur sebagai bagian dari persiapan menuju penilaian akhir WIA. “Kami berharap dukungan dari Pemkot dan DPRD Balikpapan untuk memperbaiki akses jalan sepanjang 1,5 kilometer yang masih kurang mendukung,” ujarnya.

Surata menyebut, sepanjang tahun 2024, Taman Wisata Pringgondani mencatat kunjungan mencapai 200 ribu orang dengan omzet sekitar Rp8 miliar yang berasal dari aktivitas sekitar 150–200 pelaku UMKM. Pasar Tumpah Pringgondani yang menjadi ikon kawasan tersebut mengusung konsep kuliner tradisional dan telah resmi dibuka untuk umum sejak 2023.

Dengan deretan prestasi dan potensi besar yang dimiliki, Pringgondani kini tidak hanya menjadi kebanggaan warga Balikpapan, tetapi juga tengah bersiap membawa nama Kalimantan Timur di tingkat nasional melalui ajang WIA Sub Bidang Destinasi 2025. (mang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *