Darma Festival Teater (DaFT) IV: Ajang Kreativitas Pelajar Berau yang Kini Didukung Pemerintah

Foto: Darma Festival Teater (DaFT) IV: Ajang Kreativitas Pelajar Berau yang Kini Didukung Pemerintah. Sumber: Kaltimedia.com
Foto: Darma Festival Teater (DaFT) IV: Ajang Kreativitas Pelajar Berau yang Kini Didukung Pemerintah. Sumber: Kaltimedia.com

Berau, Kaltimedia.com – Setelah tiga musim berjalan secara mandiri, Darma Festival Teater (DaFT) IV yang digagas oleh Sanggar Kreasi Seni Darma (SKSD) Berau akhirnya mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau melalui Bidang Ekonomi Kreatif pada tahun 2025 ini.

Festival yang digelar pada 23–27 September 2025 di Gedung Busak Mallur menjadi ajang kompetisi teater tingkat pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Berau. Istimewanya, kali ini partisipasi juga datang dari komunitas teater pelajar asal Tanjung Palas Utara, Kalimantan Utara.

Ketua Panitia DaFT IV, Riadi, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah. Ia mengingatkan kembali sejarah panjang komunitas teater pelajar di Berau.

“Komunitas Teater pelajar tertua di Berau adalah Teater AKBS SMAN 1 Tanjung Redeb, berdiri pada tahun 1994 oleh Bapak Alm. Odang Darmansyah, Pak Widi Mulyono, Pak Ketur Genek, dan lain-lain,” terangnya.

“Saya rasa banyak yang tidak tahu itu, bahkan mungkin anggota Teater AKBS saat ini pun tidak kenal dengan sejarah ini. Niat utama SKSD Berau melaksanakan kegiatan ini adalah agar regenerasi selalu ada, sehingga teater sekolah tidak putus atau bubar,” lanjutnya.

Lebih lanjut Riadi menambahkan, dukungan dari Bidang Ekraf Disbudpar Berau menjadi angin segar bagi keberlangsungan teater pelajar.

“Sudah sangat luar biasa. Mudah-mudahan cada jarra dan dapat tarrus bakarajja sama-sama,” imbuhnya.

Ketua SKSD Berau, M. Rifa’i, juga memberikan apresiasi atas dukungan yang ada. Ia mengenang bahwa Darma Festival Teater dicetuskan oleh Alm. M. Firdiansyah, salah satu dari empat pilar pendiri SKSD.

“Nama Darma sendiri diambil dari nama ayah beliau, Alm. Odang Darmansyah, yang selama ini menjadi orangtua kami di teater. Makanya, di masa sebelumnya kami bergerak sendiri, yang penting event DaFT tetap terlaksana. Tahun ini akhirnya mendapat sambutan baik dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” ungkapnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, 6 komunitas teater pelajar SMP dan 7 komunitas pelajar SMA tampil menunjukkan karya terbaik mereka. Salah satu dewan juri, Jatmiko Budi Antoro, mengaku cukup kesulitan menentukan pemenang.

“Setiap karya yang telah hidup dan mati di atas pentas sudah pasti yang terbaik. Hanya saja karena ini event lomba, mau tidak mau kami harus menentukan pemenang sesuai petunjuk teknis panitia. Tapi sekali lagi, secara keseluruhan mereka semua adalah yang terbaik, dan cukup membuat kami pusing menentukan setiap kategorinya,” jelasnya.

Festival ini juga menjadi ajang reuni bagi para pelaku teater. Tokoh teater Berau, Mapasikra atau akrab disapa Daeng Sikra, turut hadir dan menekankan pentingnya fasilitas seni pertunjukan.

“Memang sudah perlu sekali Berau memiliki gedung pertunjukan yang layak dan sesuai dengan standar pementasan,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Ilyas Nasir, menyatakan bahwa seni pertunjukan merupakan satu dari enam subsektor ekonomi kreatif yang menjadi fokus pengembangan di Berau.

Sementara itu, Plt. Asisten II Setkab Berau, Warji, menegaskan pentingnya sinergi antar pelaku ekraf.

“Seni teater ini menjadi salah satu sektor penunjang dari seni pertunjukan, video, dan film yang menjadikan seni peran sebagai elemen utama. Kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain sebagai sarana ekspresi, teater juga bisa menjadi daya tarik wisata yang khas dan unik dari Kabupaten Berau,” ujarnya saat penutupan lomba, Sabtu (28/9).

Warji juga berharap dukungan guru dan pembina semakin kuat agar anak-anak berbakat terus berkembang.

“Kita ingin ke depan seni pertunjukan juga bisa menjadi daya tarik wisata Kabupaten Berau agar semakin dikenal dan diminati. Sekaligus juga mengasah kemampuan anak-anak kita agar semakin berprestasi,” tambahnya.

Pembina SKSD, Yopie Sanery, menegaskan komitmennya untuk mendukung anak muda agar terus berkarya di bidang teater.

“Saya akan terus dukung semangat anak muda untuk terus berkreasi dan berkarya agar teater tetap hidup dan tidak kalah dengan seni lainnya. Karena dengan teater, selain diajarkan berkarya, kita juga diajarkan nilai-nilai kehidupan. Ke depan harapannya Festival ini bisa dihadiri oleh juri provinsi atau nasional agar semakin mengalami peningkatan setiap tahunnya,” tegasnya.

Melalui DaFT IV, teater pelajar Berau kembali menunjukkan eksistensinya sebagai wadah ekspresi, ajang silaturahmi, sekaligus penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya. Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan masyarakat, harapan besar muncul agar festival ini terus berlanjut serta mampu melahirkan generasi baru seniman teater di Bumi Batiwakkal. (Ang).

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *