
Kaltimedia.com, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengingatkan bahwa sektor pertanian di Kota Tepian tengah menghadapi persoalan serius.
Bukan perihal soal petaninya, tapi soal lahan garapan yang tiap tahunnya semakin terbatas.
“Lahan pertanian kita hanya sekitar 1.243 hektare, itu pun sudah termuat dalam RTRW. Bagaimana mau surplus dengan luas sekecil itu, sementara kebutuhan terus naik,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, pada Rabu (27/8/2025).
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi ketahanan pangan daerah. Apalagi jumlah penduduk Samarinda kini sudah resmi di atas 800 ribu jiwa, dan diperkirakan angka riilnya bahkan bisa menembus satu juta.
“Sejak dulu Samarinda tidak pernah mengalami surplus pangan. Produksi lokal hanya mampu memenuhi sekitar 20 sampai 30 persen kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Meski begitu, Iswandi masih melihat harapan. Menurutnya, lahan sempit tetap bisa dioptimalkan dengan teknologi pertanian modern, mulai dari penggunaan pupuk yang tepat, sistem irigasi efisien, hingga metode tanam inovatif.
“Walaupun lahannya sempit, kalau pakai teknik yang baik dan ada dukungan dari pemerintah, hasilnya bisa lebih maksimal,” tambahnya.
Ia menegaskan, kuncinya ada pada keberpihakan pemerintah kota. Tanpa kebijakan dan dukungan nyata, petani akan kesulitan meningkatkan produksi.
“Semua kembali pada political will. Kalau pemerintah serius, pertanian lokal kita bisa tetap berkontribusi bagi ketahanan pangan Samarinda,” tegasnya.
Maka dari itu, Iswandi berharap ke depan, meski lahan pertanian di Samarinda terbatas, hasilnya bisa lebih berkualitas dan tetap menjadi penopang kesejahteraan masyarakat. (Adv/Df)



