
BERAKSI – Miliano Jonathans (26) dan Mauro Zijlstra (13) beraksi dalam laga FIFA Matchday Timnas Indonesia vs Lebanon yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9/2025). Sumber foto: Kompas.com
SIDOARJO – Timnas Indonesia harus puas dengan hasil imbang saat menjamu Lebanon dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sidoarjo, Senin (8/9).
Garuda nampak kesulitan menembus pertahanan tim berjuluk The Cedars itu. Sebab, Lebanon selama 90 menit bermain bertahan. Selain itu, kedisiplinan bek Lebanon membuat penyerang Indonesia kesulitan menjebol gawang Mostafa Matar.
Namun demikian pada pertandingan pertama dalam periode FIFA Matchday September 2025, pada Jumat (5/9/2025) pekan lalu, Timnas Indonesia berhasil menggulung China Taipei dengan skor telak 6-0.
Melalui 2 laga uji coba tanpa kekalahan jelas menjadi sinyal positif bagi Tim Garuda asuhan pelatih Patrick Kluivert, jelang turun dalam laga krusial di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, pada Oktober 2025.
Untuk merebut tiket lolos langsung ke Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia yang tergabung di Grup B Ronde 4 WCQ 2026 Asia, wajib mengungguli Arab Saudi dan Irak.
Timnas Indonesia langsung mengambil alih dominasi pertandingan sejak menit pertama. Peluang didapat di menit pertama melalui sepak pojok namun belum berbuah hasil.
Sepanjang 20 menit, Indonesia menguasai jalannya pertandingan dan tak memberikan Lebanon kesempatan untuk menguasai bola. Kendati demikian, belum ada satu pun peluang berbahaya yang mampu diciptakan oleh skuad Garuda. Memasuki menit ke-20, Lebanon akhirnya bisa keluar dari tekanan tim Merah Putih.
Mereka langsung memberi ancaman bagi gawang Indonesia. Beruntung, serangan itu bisa diredam oleh Jay Idzes dan kawan-kawan.
Pertandingan sempat memanas dan menimbulkan keributan di menit ke-26 setelah pemain Lebanon, Hussein Sharafeddine, melakukan pelanggaran keras pada Miliano Jonathans. Kevin Diks yang terpancing emosinya sempat terlibat friksi dengan pemain Lebanon.
Beruntung, dia hanya mendapatkan peringatan dari wasit. Sementara, Hussein Sharafeddine diberikan kartu kuning.
Indonesia akhirnya menciptakan tembakan pertamanya di pertandingan ini pada menit ke-35 yang dilepaskan oleh Stefano Lilipaly. Pemain Dewa United itu menembak dari dalam kotak penalti. Namun, masih melambung.
Dua menit kemudian, giliran Mauro Zijlstra yang hampir saja membobol gawang Lebanon dengan tandukannya. Sayang, arahnya masih menyamping di sisi kiri gawang. Skor imbang 0-0 menutup paruh pertama pertandingan ini.
Memasuki babak kedua, serangan Indonesia masih buntu dan belum bisa menembus pertahanan Lebanon. Di sisi lain, Lebanon lebih berani membangun serangan untuk mencari gol di laga ini. Situasi buntu membuat pelatih Patrick Kluivert pun memutuskan untuk melakukan penyegaran.
Pelatih asal Belanda itu memasukkan empat pemain sekaligus di menit ke-59. Salah satunya adalah Adrian Wibowo yang mencatatkan debutnya buat Indonesia. Indonesia terus berupaya membongkar pertahanan Lebanon hingga menit ke-70.
Namun, skuad Garuda masih mengandalkan serangan dari sisi sayap meski berkali-kali bisa diantisipasi oleh barisan pertahanan Lebanon.
Anak-anak asuh Miodrag Radulovic mulai menerapkan permainan kasar dalam mengadang serangan Indonesia. Beberapa kali Lebanon melakukan tekel kasar kepada penggawa skuad Garuda, salah satunya kepada Marselino Ferdinan yang sampai tergeletak di lapangan di 5 menit terakhir waktu normal.
Keributan kembali terjadi di menit kedelapan masa injury time. Lebanon terlihat memainkan emosi para pemain Indonesia. Bahkan, laga memanjang sampai menembus 100 menit karena beberapa kali sempat terjeda oleh kericuhan pemain di lapangan. Lebanon yang memang lebih memilih untuk bertahan sukses menjalankan strateginya untuk tidak menelan kekalahan di laga ini. (pry)



