
Paser, Kaltimedia.com – Rencana relokasi puluhan pedagang Plaza Kandilo ke Pasar Senaken menuai penolakan. Sejak menerima surat pemberitahuan pada awal September 2025, sebanyak 75 pedagang yang menempati area tengah lantai dasar Plaza Kandilo menyatakan keberatan atas rencana tersebut.
Dalam surat yang disampaikan, para pedagang diminta mengosongkan lapak hingga 15 September mendatang. Namun, penolakan yang muncul membuat UPTD Pasar Plaza Kandilo sementara menunda rencana relokasi itu.
Salah satu pedagang, Zainal Abidin, menegaskan keberatannya. Ia menilai relokasi tidak memiliki alasan yang jelas, apalagi tanpa ada surat resmi dari Bupati Paser.
“Saya sangat-sangat keberatan. Dari awal Plaza dibuka sampai sekarang, kami berjualan di sini, tidak ada rencana pindah. Alasannya juga tidak jelas. Katanya perintah Bupati, tapi dalam surat itu hanya tembusan saja. Jadi kami sangat keberatan,” ucap Zainal, Jumat (5/9/2025).
Zainal menyebut, meski Plaza Kandilo kini sepi pengunjung, relokasi ke Pasar Senaken justru akan semakin menyulitkan pedagang mencari rezeki.
“Kalau dipindah ke Senaken, bagaimana mau jualan? Pedagang di sana saja banyak yang mundur karena sepi, bahkan bayar pajak pun susah. Orang-orang bilang Senaken itu ‘tempat pembuangan jin’ saking sepinya,” katanya.
Pihak UPTD Pasar Plaza Kandilo sebelumnya menyampaikan rencana relokasi dilakukan untuk mempercantik Plaza, mengingat Paser akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim pada 2026 mendatang.
Namun, bagi pedagang seperti Zainal, relokasi bukan solusi. Ia bersama pedagang lain mengusulkan agar tetap diperbolehkan berjualan di Plaza, dengan komitmen siap ditertibkan demi mendukung pengelolaan Plaza agar lebih tertata dan ramai.
“Usulan kami, tetap ditetapkan di sini saja, tapi kami siap ditertibkan. Supaya Plaza juga bisa ramai. Tidak masalah, kami siap diatur bagaimana caranya,” ujarnya.
Zainal yang sudah berjualan sejak Plaza Kandilo berdiri pada 2004 berharap pemerintah daerah bisa menghadirkan solusi yang berpihak pada pedagang sekaligus memajukan Plaza.
“Pendapatan kami sekarang makin menurun, bahkan sehari bisa tanpa pemasukan. Harapan kami, tetap bisa di sini, tapi Plaza juga harus dimajukan agar kembali ramai,” pungkasnya. (Dy)
Editor: Ang





