
Kaltimedia.com, Samarinda – Pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda yang diklaim mencapai 8,64 persen mendapat sorotan dari DPRD Kota Samarinda.
Anggota DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, menilai angka tersebut belum mencerminkan kondisi riil masyarakat yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi seharusnya diikuti dengan perbaikan akses terhadap layanan kesehatan, ketersediaan bahan pokok, serta beban pajak yang lebih ringan.
“Kalau pertumbuhan ekonomi tinggi tapi masyarakat masih antre gas, sulit berobat, dan harga bahan pokok melonjak, itu artinya masih ada yang belum berjalan dengan baik,” ujarnya, Salasa (18/8/2025).
Sani menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian angka pertumbuhan ekonomi. Yang lebih penting adalah memastikan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.
Ia juga menyoroti kebijakan pajak dan retribusi yang menurutnya kerap membebani masyarakat kecil. “Jangan sampai pembangunan justru menambah beban, bukan meringankan,” katanya.
Politisi PKS itu menekankan bahwa kesejahteraan harus dirasakan dalam kehidupan nyata, bukan hanya sekadar tercatat dalam laporan.
“Banyak negara punya ekonomi besar, tapi rakyatnya tetap menghadapi tekanan hidup yang tinggi. Jangan sampai Samarinda ikut seperti itu,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Sani meminta agar Pemkot Samarinda bersama semua pemangku kepentingan lebih memprioritaskan kebijakan yang pro-rakyat, sehingga angka pertumbuhan ekonomi benar-benar selaras dengan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan seharusnya membuat warga lebih bahagia dan mudah hidup di kotanya sendiri. Kalau itu belum terjadi, berarti ada yang perlu diperbaiki,” pungkasnya. (Adv/Df)



