
Kaltimedia.com, Samarinda – Penuntasan kemiskinan ekstrem masih menjadi pekerjaan besar di Samarinda.
Anggota DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, menilai bahwa permasalahan ini tidak bisa hanya ditangani oleh satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi semua level pemerintahan, termasuk dukungan masyarakat.
Menurut Sani sapaan akrabnya salah satu kendala terbesar adalah ketersediaan lapangan kerja yang layak. Banyak warga miskin yang sebenarnya ingin keluar dari jerat kemiskinan, namun terbatasnya kesempatan membuat mereka kesulitan meningkatkan taraf hidup.
“Lapangan pekerjaan yang sulit menjadi penyebab utama kemiskinan ekstrem. Ini harus segera dijawab dengan program nyata yang membuka peluang kerja,” ujar Sani saat dikonfirmasi Kaltimedia pada Senin (18/8/2025).
Selain lapangan kerja, Sani juga menyoroti persoalan data. Ia menilai sinkronisasi data antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah masih belum berjalan maksimal. Padahal, data akurat merupakan fondasi penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
“Kalau datanya tidak akurat, bagaimana mau menentukan program? Itu yang sering membuat kebijakan jadi kurang efektif,” tambahnya.
Meski begitu, ia mengapresiasi upaya Pemkot Samarinda yang terus berusaha menjalankan program pengentasan kemiskinan. Menurutnya, kota tidak bisa berdiri sendiri, karena masih bergantung pada dukungan provinsi dan nasional.
“Pemkot sudah berupaya, tapi tentu tidak bisa hanya mengandalkan kota. Dukungan provinsi dan pemerintah pusat sangat penting,” tegasnya.
Sani menilai bahwa penanganan kemiskinan ekstrem juga perlu menyentuh aspek sosial. Ada kelompok masyarakat yang terjebak bukan karena malas, tetapi karena keterbatasan pendidikan, sakit berkepanjangan, atau kondisi lain di luar kendali mereka.
Bagi kelompok ini, kata Sani, negara harus benar-benar hadir dengan memberikan perlindungan sosial yang lebih kuat, seperti jaminan kesehatan, pendidikan, hingga program pemberdayaan.
“Kalau penyebabnya di luar kemampuan mereka, maka negara wajib hadir untuk memastikan mereka tetap punya masa depan,” pungkasnya. (Adv/Df)



