
Samarinda – Keterbatasan armada ambulans di Kota Samarinda menjadi kendala dalam penanganan medis darurat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie saat ditemui awak media di gedung DPRD Samarinda jalan Basuki Rahmat, pada Jumat (18/7/2025).
Novan sapaan akrabnya menilai jika kondisi ini tak boleh dibiarkan karena menyangkut keselamatan masyarakat.
Banyak fasilitas kesehatan di kota ini belum memiliki ambulans. Di beberapa Puskesmas yang sudah memilikinya pun, jumlahnya belum mencukupi untuk menunjang pelayanan yang cepat dan menyeluruh. Kondisi tersebut ia temukan langsung saat melakukan kunjungan ke lapangan.
“Meskipun beberapa sudah memiliki ambulans, tapi jumlahnya belum cukup untuk mendukung layanan secara maksimal. Beberapa tempat juga butuh tambahan unit,” ujarnya,
Keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan akses transportasi medis saat darurat menjadi bukti bahwa pelayanan belum merata.
Kecepatan respons menjadi kunci dalam menyelamatkan nyawa, dan armada ambulans merupakan elemen utama dalam proses itu.
“Ambulans itu bukan hanya kendaraan, tapi alat vital dalam menjamin hak masyarakat untuk mendapat layanan kesehatan yang cepat,” tegas Novan.
Maka dari itu, Ia pun mengusulkan agar pemerintah menyusun skema distribusi ambulans yang adil dan berbasis kebutuhan. Satu unit bisa menjangkau beberapa RT atau melayani satu wilayah administratif agar penanganan darurat lebih cepat.
“Kami sangat mendukung pengadaan ambulans untuk masyarakat. Tetapi distribusinya harus jelas dan berbasis kebutuhan,” pungkasnya. (Adv/Df)





