
Samarinda, Kaltimedia.com – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh para atlet muda Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kalimantan Timur. Dalam ajang Pakuan Karate Championship III yang digelar di Bogor, Jawa Barat, pada 26–29 Juni 2025, tim karate SKOI berhasil membawa pulang lima medali emas dan satu perunggu.
Kejuaraan karate pelajar tingkat internasional ini diikuti oleh sekitar 1.200 atlet dari berbagai wilayah di Indonesia serta negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Kamboja, Filipina, dan Brunei Darussalam. SKOI Kaltim mengirimkan enam karateka andalannya untuk bertanding di kategori kadet dan junior.
Pelatih kepala tim karate SKOI, Jalu Sharin Meliala, menjelaskan bahwa partisipasi mereka dalam kejuaraan ini merupakan bagian dari program try-out sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025. Menurutnya, turnamen ini bukan puncak dari program latihan, melainkan langkah strategis untuk mengukur kemampuan serta kesiapan mental dan fisik para atlet.
“Tujuan kami mengikuti kejuaraan ini adalah untuk menambah jam tanding atlet. Karena masalah utama atlet-atlet kita bukan di teknik, melainkan kurangnya pengalaman bertanding,” ujar Jalu saat dihubungi pada Sabtu (5/7/2025).
Ia menambahkan, meskipun hasilnya memuaskan, masih ada aspek yang harus diperkuat khususnya frekuensi pertandingan bagi para atlet agar mereka semakin matang dan kompetitif.
“Kita ingin anak-anak ini lebih sering turun bertanding. Latihan sudah maksimal, tinggal butuh wadah untuk menguji kemampuan mereka di lapangan. Kalau jam terbang terbatas, akan sulit mencapai level tertinggi,” lanjutnya.
Jalu juga menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah, terutama untuk keberlanjutan program pembinaan atlet di SKOI. Ia menegaskan bahwa SKOI merupakan fondasi pembinaan atlet potensial sejak usia dini karena mereka tidak hanya berlatih secara intensif, tapi juga tinggal di asrama dan menjalani pendidikan yang terintegrasi.
“SKOI ini sudah jadi tempat yang ideal untuk mencetak atlet elit Kaltim. Tapi kalau kurang dukungan, terutama soal kesempatan bertanding, tujuan besarnya bisa hilang,” tegas Jalu.
Ia pun berharap agar perhatian lebih diberikan kepada SKOI, khususnya untuk cabang olahraga karate, agar para atlet bisa terus berkembang dan membanggakan Kalimantan Timur di ajang nasional maupun internasional ke depan. (Dy)
Editor: Ant





